Pemkot Pekalongan Berikan Pelatihan Pelaku Ekonomi Kreatif Batik

BERPOSE: Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya berfoto besama dengan peserta pelatihan ekonomi kreatif, Rabu (26/10). (ANTARA/JOGLO JATENG)

PEKALONGAN, Joglo Jateng – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan memberikan pelatihan ekonomi kreatif pencipta tren busana batik pada para milenial. Hal itu dilakukan untuk menarik kepedulian generasi muda terhadap kerajinan batik dan mendorong keikutsertaan mereka membangkitkan ekonomi di daerah tersebut.

Kabid Pariwisata pada Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kota Pekalongan, Retno Purnomo mengatakan, selama dua tahun pandemi Covid-19, sektor ekonomi yang bersumber dari pariwisata maupun kebudayaan mengalami keterpurukan. Namun kondisi saat ini kasus Covid-19 sudah melandai, sehingga pihaknya memfokuskan sejumlah program kegiatan di antaranya memberikan pelatihan ekonomi kreatif pada para milenial.

“Karena Kota Pekalongan dikenal sebagai pusat kerajinan batik, maka kami mengangkat sektor dan fashion untuk kembali membangkitkan perekonomian daerah,” katanya, akhir pekan lalu.

Ia berharap, dengan memberikan pelatihan ekonomi kreatif pada generasi muda akan melahirkan ide-ide kreatif mereka, sehingga batik bisa terus berkembang dan diminati pasar domestik maupun mancanegara.

Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pekalongan, Inggit Soraya menjelaskan, pelatihan ini dapat menjadi motivasi para desainer, pembatik, maupun pelajar untuk mengangkat batik Pekalongan menjadi pencipta tren. Selain itu, pelatihan itu juga disebut mampu memperluas pangsa pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami mengapresiasi adanya kegiatan pelatihan ekonomi kreatif sebagai upaya membangkitkan perekonomian dan kepedulian generasi muda terhadap batik,” ujarnya.

Dia menjelaskan, generasi muda saat ini masih tidak percaya diri jika menggunakan batik sebagai pakaian sehari-hari padahal batik sudah mendunia. “Oleh karena itu, kami mengajak generasi mudah bangga memakai pakaian batik sekaligus meneruskan usaha untuk melestarikan batik,” pungkasnya. (ara/abd)