Kerja Sama Orang Tua dan Guru dalam Menumbuhkan Minat Baca

Oleh: Anik Ridhowati, S.Pd.SD.
Guru  SDN 2 Garung Kidul, Kec. Kaliwungu, Kab. Kudus

KEBIASAAN membaca masyarakat Indonesia yang masih terbilang sangat rendah menyebabkan kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia stagnan dan cenderung mundur. Bila tidak dilakukan antisipasi sejak dini, maka kita tidak bisa berharap banyak pada mutu dan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menumbuhkan minat baca anak sejak dini, dapat membentuk generasi muda yang berpotensi untuk membangun negeri.

Selamat Idulfitri 2024

Guru sebagai salah satu garda penggerak perubahan bersama dengan orang tua harus  berkolaborasi untuk mengarahkan dan memotivasi tumbuhnya minat  baca di lingkungan pendidikan. Karena membaca buku merupakan hiburan dan sarana menambah wawasan yang baik untuk anak. Selain itu, membaca juga dapat merangsang otak anak untuk selalu berfikir kreatif dan peka terhadap lingkungan.

Kolaborasi guru dan orang tua menumbuhkan minat baca anak dengan menerapkan beberapa langkah. Diantaranya pertama, guru dan orang tua harus berusaha menetapkan strategi yang tepat, menarik dan sederhana. Tujuannya agar dapat digunakan sebagai langkah awal dalam rangka menumbuhkan minat baca pada anak.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Kedua, guru dan orang tua harus berkomitmen dengan mengasah kemampuan bercerita atau mendongeng. Kegiatan ini dapat mengembangkan rasa ingin tahu anak. Selain itu, mendongeng juga bermanfaat untuk meningkatkan imajinasi. Dengan mendongeng, anak akan mulai tertarik dengan buku yang dibacakan.

Ketiga, guru dan orang tua berkomitmen untuk tidak memaksa kehendak pada anak untuk membaca. Bagi anak, segala sesuatu yang di paksaan merupakan hal yang tidak menyenangkan. Jangan sampai niat baik guru dan orang tua malah menyebabkan yang sebaliknya pada anak. Cari waktu yang nyaman mengajak anak untuk untuk mulai melakukan kegiatan menyenangkan ini.

Keempat, guru dan orang tua harus berkomitmen untuk berusaha meningkatkan kesadaran anak tentang pentingnya membaca. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberi informasi terkait kegunaan membaca yang berhubungan dengan cita-cita anak. Misalnya, saat anak ingin menjadi seorang pilot, maka guru dan orang tua harus menjawab bahwa untuk menjadi pilot atau profesi apapun dimulai dari gemar membaca. Dapat juga dilakukan dengan mengenalkan tokoh terkenal yang sukses karena suka membaca.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Kelima, guru dan orang tua membuat suasana yang nyaman yang mendukung minat baca anak. Misalnya dengan menyediakan ruang khusus atau tempat khusus yang nyaman untuk membaca. Sebagai contoh, disediakan pojok kelas ruang literasi dengan hiasan yang menarik. Orang tua memberi karpet pada pojok kamar anak dengan rak kecil yang berisi bacaan anak. Guru menyarankan ke orang tua membangun ruang khusus untuk dijadikan perpustakaan  sehingga dimungkinkan anak akan terbiasa dengan macam-macam buku yang dapat dibacanya.

Keenam, guru dan orang tua menjadikan buku sebagai buah tangan dan hadiah yang menarik bagi anak. Buah tangan adalah hal yang selalu di harapkan oleh anak saat orang tua bepergian. Guru menyarankan buah tangan yang diberikan berupa buku. Dengan itu, diharapkan anak akan termotivasi dengan bacaan dan meningkatkan minat bacanya.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Ketujuh, guru dan orang tua membiasakan hunting book sebagai kegiatan yang menarik untuk mengisi waktu luang. Hunting book merupakan sesuatu yang baru bagi anak. Buatlah mereka penasaran dengan istilah-istilah yang baru dan keren bagi mereka. Untuk berburu buku, anda dapat membawa anak ke toko buku, perpustakaan atau taman baca yang dekat dengan sekolah atau rumah.

Kedelapan, terjalinnya kordinasi dengan guru di sekolah. Hal ini dapat membantu untuk mengetahui perkembangan minat baca anak di sekolah dan meminta bantuan guru untuk ikut membantu memantau dan mengembangkan minat baca anak. (*)