Pembelajaran Menirukan Bacaan Pantun Melalui Metode Diskusi

Oleh: Nurrochmi Endang Kusrini. S.Pd.
Guru SD N 02 Tambakrejo, Kec. Pemalang, Kab. Pemalang

DALAM rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, peran guru yang profesional sangat diperlukan. Menjadi guru profesional bukan menjadi hal yang mudah dan dapat dilakukan oleh semua orang. Guru tidak hanya sekedar mengajar dan memberikan materi pelajaran saja. Akan tetapi harus menjadi pembimbing, pelatih model atau teladan pendorong kreativitas. Di samping itu, juga harus menjadi pembaharu atau inovator bagi siswa-siswanya.

Tanggung jawab besar untuk menyiapkan generasi penerus bangsa terletak di tangan seorang guru. Guru harus berupaya keras melakukan yang terbaik untuk siswanya. Tujuannya agar siswa menjadi manusia yang bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, cerdas, serta memiliki ilmu pengetahuan yang kelak berguna dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kurikulum merupakan pedoman dalam proses pembelajaran. Setiap kegiatan guru dan siswa dalam proses pembelajaran tidak boleh menyimpang dari kurikulum yang merupakan alat untuk mencapai tujuan nasional.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Bahasa menjadi alat komunikasi yang mengandung beberapa sifat yakni sistematik, manasuka, ujar, dan komunikatif (PujiSantosa, 2009). Metode mengajar merupakan salah satu komponen yang harus ada dalam pembelajaran. Pada dasarnya, metode mengajar merupakan cara atau teknik yang digunakan guru dalam melakukan interaksi dengan siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Metode yang baik akan mengundang rasa ingin tahu, serta menantang murid untuk belajar. Selain itu juga dapat mengaktifkan mental, fisik, dan psikis murid. Kemudian memudahkan guru, mengembangkan kreativitas murid, dan mengembangkan pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari.

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan terhadap pembelajaran awal yang telah dilakukan guru, ternyata rendahnya hasil belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran disebabkan oleh metode yang tidak relevan dengan materi yang diajarkan. Metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah. Pada pembelajaran tentang pantun metode tersebut ternyata tidak efektif untuk diterapkan.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Berdasarkan kenyataan di atas, perlu dialakukan metode yang tepat dalam melaksanakan pembelajaran pembacaan pantun anak dengan lafal dan intonasi yang tepat. Untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia, kiranya metode diskusi perlu dilakukan. Metode diskusi dapat diartikan sebagai percakapan responsif yang dijalin oleh pertanyaan-pertanyaan problematis yang diarahkan untuk memperoleh pemecahan masalah.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1988), diskusi adalah pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah. Dengan diskusi, guru dan siswa mencoba menyelesaikan suatu permasalahan dengan pendapat berdasarkan penalaran. Untuk mendapatkan solusi yang baik siswa, ditugaskan untuk berusaha berpikir kreatif dalam memecahkan suatu permasalahan yang ada dalam kehidupan sosial.  Pada saat diskusi, guru juga dapat memberi penguatan di akhir diskusi berupa pujian dan penghargaan. Hal ini sesuai dengan teknik serta langkah-langkah diskusi dalam pembelajaran.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Penulis menyarankan agar pada saat menyampaikan materi pembelajaran tentang pantun, sebaiknya guru menerapkan metode diskusi. Dengan demikian, aktivitas siswa pada proses belajar bisa membaik dan prestasi belajar siswa pada kegiatan akhir pembelajaran meningkat. Hal yang perlu dipertajam dalam metode diskusi ini diantaranya untuk guru berfungsi sebagai fasilitaor dalam memberikan feedback dan sentuhan pembelajaran bermakna. Komunikasi dalam diskusi sangat penting untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik berfikir dan menyampaikan ide-ide cerdas yang tetap dalam koridor tujuan pembelajaran. (*)