Cara Asyik Belajar Matematika dengan Permainan Ular Tangga

Oleh: Sri Tuti, S.Pd.SD.
Guru SDN 02 Kabunan, Kec. Taman, Kab. Pemalang

PEMBELAJARAN matematika sering kali dianggap sulit dan tidak disukai oleh sebagian besar siswa. Karenanya, sikap siswa menjadi acuh tak acuh terhadap pelajaran tersebut. Berdasarkan pengalaman mengajar matematika di SDN 02 Kabunan Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, masih ada siswa yang tidak memperhatikan guru yang sedang menjelaskan. Ini merupakan kondisi yang kurang menyenangkan dalam pembelajaran.

Selamat Idulfitri 2024

Masalah di atas membutuhkan suatu perhatian khusus dari guru, yakni dengan cara penggunaan model dan media pembelajaran yang bervariasi. Seorang guru dituntut untuk lebih kreatif dalam menyampaikan pelajaran matematika. Metode yang dapat diterapkan, salah satunya adalah dengan menggunakan permainan ular tangga. Permainan tersebut menjadi bentuk penyajian proses pembelajaran yang efektif, menarik serta interaktif bagi peserta didik. Permainan ini cocok digunakan dalam pembelajaran matematika, karena berupa permainan yang menyenangkan dan sudah biasa dilakukan siswa.

Menurut Melsi (2015:10), ular tangga adalah permainan papan untuk anak-anak yang dimainkan oleh dua orang atau lebih. Papan permainan dibagi dalam kotak-kotak kecil dan di beberapa kotak gambar berupa sejumlah tangga atau ular yang menghubungkan dengan kotak lainnya.  Sedangangkan menurut Ratnaningsih (2014: 5), ular tangga adalah permainan yang menggunakan dadu untuk menentukan berapa langkah yang harus dijalani bidak. Permainan ini masuk dalam kategori board game atau permainan papan yang sejenis dengan permainan monopoli, halma, ludo dan sebagainya.

Langkah awal dalam permainan ular tangga yakni guru menyiapkan papan ular tangga yang terbuat dari banner atau poster. Papan tersebut berisi kotak-kotak dengan nomor 1 sampai 50 dan dadu yang mempunyai mata enam. Kemudian guru menyiapkan soal yang telah diketik dan di buat kartu pertanyaan pada tiap kotak, mulai dari nomor 1 sampai 50. Setiap kotaknya berisi lima pertanyaan.

Pertanyaan tersebut berisi soal matematika tentang operasi hitung bilangan bulat. Selanjutnya, guru membagi siswa menjadi lima kelompok, masing-masing terdiri dari lima siswa. Permainan dimulai dari kotak nomor 1 sampai 50. Setiap kelompok dibagi satu anak menjadi pion, satu menulis skor di papan tulis, satu melempar dadu, dan dua menjawab soal.

Setiap kelompok bergantian melakukan metode pembelajaran permainan ular tangga tersebut. Setelah semuanya siap, guru memberikan petunjuk kepada siswa tentang tata cara permainan ular tangga matematika.

 

Aturan dari permainan ini, setiap kelompok bergantian melempar dadu. Angka pada mata dadu yang keluar, menunjukkan banyaknya langkah pada kotak. Contoh keluar mata dadu 2, maka siswa berjalan sebanyak 2 kotak dimulai dari kotak nomor 1. Ketika anak sudah sampai pada kotak, maka siswa menjawab pertanyaan pada kotak tersebut. Jika benar, siswa mendapat nilai 10, dan jika salah nilainya 0.

Siswa yang lebih dahulu sampai akhir yaitu kotak nomor 50 akan menjadi pemenang permainan dan mendapat bonus 100. Permainan berlanjut sampai semua kelompok selesai sampai kotak terakhir, yaitu kotak  nomor 50. Setelah semua kelompok selesai, nilai tiap-tiap kelompok akan dijumlahkan, dan kelompok yang poinnya paling banyak akan menjadi pemenang kelas.

Selanjutnya, guru memberikan evaluasi hasil metode pembelajaran dengan permainan ular tangga pada matematika materi Operasi Hitung Bilangan Bulat. Terakhir, guru memberikan kesimpulan pembelajaran.

Manfaat permainan ular tangga menurut Caroline Riady, salah satunya adalah mengajarkan konsep angka dan bilangan. Dengan begitu anak bisa berlatih berhitung, belajar teliti dari menyesuaikan jumlah mata dadu dengan pergerakan bidak. Anak juga belajar disiplin dari menunggu giliran menjalankan bidak. Permainan ini dapat membangun rasa percaya diri dalam berhitung, yang menjadi dasar bagi anak mengembangkan kemampuan matematikannya. (*)