Menyelesaikan Soal Tentang Kecepatan dengan Segitiga Ajaib

Oleh: Henri Prayogo, S.Pd.SD
Guru SD Negeri 02 Sidorejo, Kec. Comal, Kab. Pemalang

BAGI sebagian besar orang termasuk peserta didik, matematika merupakan pelajaran yang sulit. Begitu pula pada pembelajaran matematika materi Kecepatan di kelas V SD Negeri 02 Sidorejo, Kecamatan Comal.

Selamat Idulfitri 2024

Pada pembelajaran ini, selain hitungan angka, juga ada rumusnya. Bagi peserta didik SD yang ranah kognitifnya masih hafalan, diharapkan bisa menghafalkan rumusnya. Menghafalkan rumus supaya selalu teringat bukanlah hal yang mudah. Bagi peserta didik yang memiliki kemampuan menghafal yang bagus, hal tersebut mudah. Tapi peserta didik dengan kemampuan menghafal yang kurang, akan mengalami kesulitan. Peserta didik yang pasif dalam proses pembelajaran mendapatkan hasil kurang optimal.

Memahamkan siswa untuk menerapkan rumus dalam menyelesaikan soal matematika yang berkaitan dengan kecapatan memerlukan strategi yang tidak biasa. Strategi yang bisa digunakan adalah dengan cara menghafalkan rumus yang masih berupa singkatan baku. Kemudian siswa diberi waktu lima menit untuk menghafalkan rumus. Kemudian maju bergiliran maju bergiliran satu per satu menghafalkan rumus tersebut.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Setelah semua siswa mampu mengahafalkan rumusnya, dilanjutkan dengan contoh soal. Guru memberikan contoh soal dan dikerjakan bersama dengan siswa. Dengan cara tersebut, ternyata menghasilkan pembelajaran yang kurang memuaskan. Pada saat berikutnya, siswa kemudian mengerjakan soal latihan yang berkaitan dengan kecepatan. Ternyata mereka  tidak bisa menerapkan rumus yang sudah dipelajari sebelumnya.

Hafalan rumus baku kecepatan yang sudah dipraktikkan sebelumnya terkesan hilang. Atas dasar inilah, diperlukan cara yang tepat agar proses dan hasil belajar optimal. Hingga tercetus ide strategi yang efektif, yaitu membuat rumus segitiga JKW.

Dengan penerapan rumus segitiga JKW yang singkat ini, diharapkan siswa tidak menghafalkan, namum memahami penerapannya. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Sudijono (2011: 50), bahwa pemahaman (comprehension) adalah kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu dan setelah itu diketahui dan di ingat.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Rumus segitiga JKW ini sangat efektif dalam penerapan pembelajaran kecepatan. Huruf JKW sendiri sangat familiar di telinga anak-anak. Mereka pasti mengenal dan hafal dengan nama Presiden Indonesia sekarang ini, yaitu Joko Widodo (Jokowi). Sehingga dengan mudah anak akan cepat mengingat dan nama itu dalam pikiran mereka.

Penerapan rumusnya, segitiga dibagi menjadi tiga bagian, yaitu puncak, sudut kiri bawah dan kanan bawah. Letakkan J pada bagian puncak, kemudian K pada bagian kiri bawah, dan W pada bagian kanan bawah. Karena J letaknya di puncak, maka untuk mendapatkannya dengan cara mengalikan yang dibawahnya yaitu K dikali W. Untuk mendapatkan rumus K, karena letanya di bawah, maka J yang dipuncak dibagi W yang sejajar dengan K. Kemudian untuk mendapatkan rumus W sama dengan untuk mendapatkan K, yaitu J dibagi K. Supaya mudah mengingatnya kita sebut saja segitiga JoKoWi. Keterangannya, J sama dengan Jarak, K sama dengan Kecepatan, dan W sama dengan Waktu.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Penjabaran rumus tersebut dilakukan bersama antara guru dengan peserta didik. Dengan menerapakan rumus matematika yang familiar dan  mudah diingat oleh siswa, pembelajaran jadi lebih menyenangkan bagi siswa. Guru memberikan stimulus agar peserta didik bernalar untuk menurunkan rumus tersebut. Jadi bukan guru serta merta yang menurunkan rumus tersebut. Sehingga dilain waktu peseta didik bisa menurunkan rumus tersebut sendiri. Untuk menguji tingkat pemahaman peserta didik dalam menerapkan rumus kecepatan, maka diberi contoh soal.

Jawaban dari contoh soal itu dibahas bersama antara guru dengan peserta didik. Setelah itu guru menanyakan apakah peserta didik sudah memahami materi tersebut. Jika belum, maka guru perlu mengulangi secara perlahan. Jika sudah paham, maka dilanjutkan dengan memberikan latihan soal. (*)