Pati  

Divonis 18 Tahun, RH akan Ajukan Banding

SUASANA: Pengadilan Negari (PN) Pati menggelar sidang putusan terdakwa RH, Kamis (10/11). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Majelis hakim menjatuhkan hukuman 18 tahun penjara terhadap terdakwa RH dalam sidang putusan, Kamis (10/11/22). Menanggapi hal itu, Kuasa Hukum RH akan mengajukan banding.

Dalam sidang putusan, Hakim Ketua Grace Meilanie menyatakan bahwa terdakwa diyakini melakukan pembunuhan berencana. Putusan tersebut berdasarkan bukti baik smartphone beserta sim card, hingga sepeda motor.

“Terdakwa secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindakan turut serta melakukan pembunuhan berencana. Menjatuhkan terdakwa dengan penjara selama 18 tahun,” ucapnya saat membacakan putusan.

Sementara itu, Humas PN Pati, Aris Dwi Hartoyo menyatakan bahwa majelis hakim menilai JPU bisa membuktikan tuntutan mereka. Sehingga vonis tersebut dijatuhkan kepada terdakwa RH.

Baca juga:  Hasil Pilpres Dinilai Pengaruhi Bisnis Penangkapan Ikan

“Menurut majelis hakim, jaksa dapat membuktikan dakwaannya dan majelis hakim berkeyakinan bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana dengan alat bukti yang ada. Baik alat bukti saksi dan lainnya,” kata dia.

Menanggapi hal itu, Kuasa Hukum RH Esera Gulo sangat menyayangkan putusan majelis hakim tersebut. Sebab, menurutnya, selama sidang berlangsung telah dibuktikan bahwa RH bukan pelaku pembunuhan.

“Selama ini kami telah membuktikan bahwa RH bukan sebagai pelaku. Tapi Pengadilan Negeri Pati dengan adanya SMS antara korban dengan saksi Fita, keterangan tersebut dipakai majelis hakim untuk memvonis terdakwa 18 tahun penjara,” tegasnya.

Baca juga:  Sejumlah Aspek Jadi Isu Strategis Pembangunan Jangka Panjang

Padahal, lanjut dia, JPU sendiri telah mengakui dan  tidak pernah menghadirkan bukti dalam persidangan. Sehingga putusan dinilai tidak tepat.

“Kejaksaan sudah jelas mengatakan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan RH sebagai pelaku. Mereka sudah mengakui, baik dalam tuntutan maupun replik,” terangnya.

Oleh karena itulah, pihaknya akan melakukan upaya hukum atas putusan majelis hakim itu. Yakni dengan mengajukan banding. “Kami sebagai kuasa hukum dan terdakwa sendiri telah menyampaikan akan melakukan upaya hukum,” tandas dia. (lut/fat)