Metode Jigsaw pada Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar

Oleh: Casmilah, S.Pd.SD.
SD Negeri 05 Tegalsari, Kec. Ampelgading, Kab. Pemalang

PELAJARAN matematika di SD merupakan sarana untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, sehingga perlu dikuasai dengan baik. Namun sebagian besar siswa menganggap bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit, khususnya siswa kelas 6 sekolah dasar (SD). Persepsi bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit diperkuat dengan motivasi dan hasil belajar matematika yang rata-rata masih rendah.

Bertolak dari motivasi dan hasil belajar siswa yang rendah, maka hal tersebut perlu ditingkatkan. Untuk itu, SD N 05 Tegalsari Kecamatan Ampelgading menerapkan model pembelajaran jigsaw. Degan model pembelajaran ini, siswa akan terlibat aktif dalam diskusi penyelesaian tugas, sehingga tugas yang semula terasa berat menjadi ringan.

Model pembelajaran jigsaw termasuk student centered, yakni pembelajaran yang berpusat pada murid. Partisipasi siswa sangat besar, keaktifan dituntut maksimal. Dengan demikian, siswa akan mampu menyerap dan mengkontruksi seluruh materi pembelajaran tanpa ada tekanan. Model pembelajaran jigsaw juga dapat membangkitkan keterampilan sosial dan kreatifitas.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Siswa akan lebih berani mengemukakan pendapatnya dalam diskusi dan juga dapat menghargai pendapat temannya. Mereka juga dapat menyelesaikan tugas dengan baik, karena pembelajaran dilakukan secara multi arah, yakni sesama siswa saling memberi dan menerima serta melengkapi. Siswa bekerja keras baik secara individu maupun kelompok, sehingga mastery learning tercapai.

Rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa sangat perlu ditingkatkan. Hal ini sejalan dengan program pemerintah, yaitu menciptakan pendidikan bermutu dan berkarakter bangsa berbudi pekerti luhur. Bila motivasi dan hasil belajar siswa tidak ditingkatkan, maka tujuan pembelajaran tidak akan terwujudkan. Program pemerintah dan tuntutan masyarakat tentang pendidikan bermutu tidak akan terealisasikan. Sebagai dampaknya adalah siswa pasif dan pengetahuannya tidak berkembang.

Untuk memicu motivasi dan meningkatya hasil belajar, sajian pembelajaran harus diubah dari teacher centered menjadi student centered. Seperti dalam model pembelajaran jigsaw yang menuntut keaktifan seluruh siswa, sehingga hasil belajar akan jauh lebih baik.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Menurut Istarani (2012:25), pembelajaran jigsaw adalah model pembelajaran yang diawali dengan pengenalan topik yang akan di bahas oleh guru. Guru bisa menuliskan topik yang akan dipelajari pada papan tulis, white board, atau penayangan power point dimana guru membentuk kelompok-kelompok lebih kecil. Kemudian membentuk expart teams (kelompok ahli sebanyak empat kelompok.

Model jigsaw merupakan salah satu model pembelajaran, dimana setiap anggota menyumbangkan informasi penggalaman, ide, sikap, pendapat, kemampuan, dan keterampilan yang dimilikinya. Tujuannya untuk secara bersama-sama saling meningkatkan pemahaman seluruh anggota. Pembelajaran ini merupakan bagian dari pembelajaran kooperatif, yang merupakan pembelajaran kelompok. Dimana setiap anggota bertanggung jawab atas pengguasaan materi tertentu dan mengajarkannya kepada anggota kelompok ahli masing-masing.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Jigsaw di desain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran bagi orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota yang lain. Dengan demikian, siswa saling bergantung satu dengan yang lain dan harus bekerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan.

Penerapan model Jigsaw di SD N 05 Tegalsari, kelas 6 semester 1 tahun pelajaran 2022/2023 membuahkan hasil positif. Yakni dari 73,56 persen menjadi 75,42, pada materi Keliling dan Luas Lingkaran.

Semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi bagi bapak/ibu guru khususnya pengajar kelas 6 SD, untuk mencoba model pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Dengan penerapan model pembelajaran jigsaw ini, siswa diharapkan menjadi meningkat motivasi dan hasil belajarnya. (*)