IKM Ciptakan Belajar Efektif dan Menyenangkan

Oleh: Nur Hizaroh, S.Pd.SD
Guru SD Negeri 01 Sidorejo, Kec. Comal, Kab. Pemalang

PILIHAN implementasi kurikulum merdeka (IKM) yang ditawarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan untuk menentukan pilihan berdasarkan angket kesiapan IKM. Dengan begitu, kesiapan guru dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan kurikulum merdeka dapat diukur

Selamat Idulfitri 2024

Pilihan pertama adalah mandiri belajar, yakni pilihan yang memberikan kebebasan kepada satuan pendidikan saat menerapkan beberapa bagian dan prinsip kurikulum merdeka. Penerapannya dilakukan tanpa mengganti kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan pada satuan pendidikan pendidikan anak usia dini (PAUD), kelas 1, 4 sekolah dasar (SD). Kemudian kelas 7 sekolah menengah pertama (SMP), dan 10 sekolah menengah akhir (SMA). Pada siswa kelas 1, perubahan kurikulum tidak menjadi kendala dalam menciptakan suasan belajar yang efektik dan menyenangkan.

Sebelum kita bicara lebih jauh tentang belajar, mari kita pahami dulu tentang pemahaman belajar. Belajar dalam pengertian luas dapat diartikan sebagai kegiatan psikofisik menuju ke perkembangan pribadi seutuhnya. Kemudian dalam arti sempit, belajar dimaksudkan sebagai usaha penguasaan meteri ilmu pengetahuan yang merupakan sebagian kegiatan menuju terbentuknya kepribadian seutuhnya (Sardiman, 2011: 22).

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Untuk itu, ada beberapa tips cara agar dapat belajar efektif dan menyenangkan. Yaitu pertama, cobalah atur jadwal keseharian dengan baik. Kapan belajar, kapan bermain, kapan pergi bersama teman-teman, kapan untuk menonton, dan kapan istirahat. Belajar efektif memerlukan waktu yang tepat. Jika kita belajar pada waktu kurang tepat, maka materi yang dipelajari tidak maksimal tersimpan di otak. Misalnya ketika mata sudah mengantuk, maka tidak akan bisa konsentrasi dalam belajar. Pikiran dan badan harus dalam keadaan fresh agar materi lebih mudah dimengerti dan dipahami.

Kedua, ciptakan suasana yang nyaman ketika belajar. Jangan belajar di tempat yang tidak kita sukai. Belajarlah di tempat yang nyaman, senyaman pikiran kita. Kita bisa belajar di kamar, teras atau bisa belajar sambil mendengarkan musik. Intinya, ciptakan suasana yang menurut kita sendiri nyaman. Karena suasana yang nyaman bisa membuat pikiran menjadi tenang, sehingga materi pelajaran yang akan kita pelajari akan lebih cepat diterima otak.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Ketiga, pahami materi dan jangan menghafal. Menghafal memang ampuh untuk mendapat nilai yang memuaskan. Tapi percuma, pengetahuan kita tidak bertambah. Tidak jarang juga lewat satu minggu saja lupa materi apa yang dihafal. Untuk itu, belajarlah dengan memahami garis besar materi, serta bagaimana konsepnya. Keempat, merangkum materi pelajaran. Merangkum memiliki keuntungan yaitu secara tidak langsung kita telah membaca buku pelajaran. Otomatis kita akan sedikit faham dengan materi yang sedang kita pelajari dan memantapkan kita mengerti, yaitu dengan membaca kembali hasil rangkuman tadi. Tidak harus membaca buku tebal yang membuat kita bosan. Jadi yang kita baca adalah rangkuman/catatan kecil yang sudah dibuat.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Kelima, belajar rutin dan tidak harus lama, selingi dengan istirahat. Keenam, belajar sambil diskusi dengan teman untuk membantu kita memahami materi yang belum dipahami. Buatlah teman diskusi di kelasmu dan buat jadwal belajar bersama. Ini akan semakin memudahkan kamu dalam memahami materi pelajaran. Belajar dengan berdiskusi dengan teman sangat baik dijadikan cara belajar agar belajar lebih menyenangkan. Kamu bisa bertukar pikiran bersama teman dan bisa saling membantu apabila temanmu mengalami kesulitan juga.

Implementasi kurikulum merdeka pada kelas 1 sangat mudah. Dengan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, siswa mudah menyerap materi dengan baik. Guru bisa mengenali karakter masing-masing anak. (*)