Coperling Tingkatan Hasil Belajar PJKR Siswa SD

Oleh: Oton Pamungkas, SPd
Guru SD Negeri 1 Luwung, Kec. Rakit, Kab. Banjarnegara

PADA saat ini, penggunaan metode, alat bantu, dan model pembelajaran di sekolah relatif banyak dibandingkan pada masa lalu. Namun hal tersebut belum tentu berbanding lurus dengan hasil belajar siswa. Khusunya hasil belajar siswa pada mata pelajaran PJKR (pendidikan jasmani kesehatan dan rekreasi) di SD Negeri 1 Luwung.

Selamat Idulfitri 2024

Rendahnya hasil pembelajaran PJKR sangat berkaitan dengan hasil belajar siswa di kelas yang lebih rendah. Untuk itu, saat ini diperlukan upaya-upaya perbaikan yang tertuju pada pembelajaran PJKR secara keseluruhan. Upaya yang dilakukan agar mengajar PJKR menjadi menyenangkan dan menarik perhatian peserta didik adalah menyiapkan mental dan menguasai materi semaksimal mungkin. Sebelum tampil di hadapan peserta didik perlu, guru perlu memahami karakteristik para siswa yang akan dihadapi.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Setiap peserta didik memiliki karakter tersendiri, maka upgrade diri sekreatif mungkin agar dapat menyesuaikan dengan dunia peserta didik. Pandailah membuat joke-joke ringan agar suasana cair. Penguasaan metode dalam proses pembelajaran yang melibatkan faktor emosi siswa merupakan titik tumpu persoalan pada saat metode digunakan. Sehingga dapat meningkatkan penguatan ingatan siswa menjadi lebih permanen.

Metode pemebelajaran yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar PJKR adalah dengan metode pembelajaran Coperling (cooperative learning). Yakni strategi pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam satu kelompok kecil untuk saling berinteraksi.

Pembelajaran Coperling juga dapat diartikan sebagai pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa. Yakni untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan bersama. Dalam model ini, siswa memliki dua tanggung jawab, yaitu mereka belajar untuk dirinya sendiri dan membantu sesama anggota kelompok untuk belajar.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Tujuan pembelajaran kooperatif yaitu untuk meningkatkan partisipasi dalam pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok. Selain itu juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama siswa yang berbeda latar belakangnya. Dengan pemebelajaran Coperling yang digunakan di SD Negeri 1 Luwung khususnya pada mata pelajaran PJKR untuk kelas 5, diharapkan hasil belajar siswa dapat meningkat.

Metode ini dipandang paling sederhana dan langsung dari pendekatan pembelajaran kooperatif. Para guru menggunakan metode Coperling untuk mengajarkan informasi akademik baru kepada siswa baik melalui penyajian verbal maupun tertulis (Sugiyanto, 2009:44).

Langkah-langkah pembelajaran Coperling diawali dengan menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa belajar. Selanjutnya, guru menyajikan informasi pada siswa dengan cara demonstrasi atau membuat bacaan, dan mengorganisasikan ke dalam kelompok kooperatif. Kemudian, guru membimbing kelompok kerja dan belajar, serta mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari. Terakhir, guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Kelebihan pembelajaran Coperling yaitu melalui strategi pembelajaran kooperatif siswa tidak terlalu menggantungkan pada guru. Siswa juga dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk menguji ide dan pemahamannya. Selain itu, juga membantu siswa untuk respect kepada orang lain dan menyadari akan segala keterbatasannya, serta menerima segala perbedaan. Kemudian meningkatkan motivasi diri siswa, dan memberikan rangsangan untuk berpikir.

Kelemahan pembelajaran kooperatif yaitu penilaian yang diberikan dalam strategi pembelajaran kooperatif didasarkan kepada hasil kerja kelompok. Selain itu, upaya dalam mengembangkan kesadaran berkelompok juga memerlukan periode waktu yang cukup panjang. (*)