Presiden Respon Surat Keluarga Iwan Budi

KENANG: Keluarga dan kerabat ASN Pemkot Semarang yang tewas dibunuh, Iwan Budi Paulus, mengunjungi lokasi penemuan jasad yang di bakar di kawasan Marina Semarang, Selasa (15/11/22). (ANTARA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Keluarga ASN Pemkot Semarang yang tewas dibunuh, Iwan Budi Paulus, memastikan Presiden Joko Widodo telah merespon suratnya. Surat berisi permohonan keadilan akan peristiwa tersebut telah dikirimkan beberapa waktu lalu.

Kuasa hukum keluarga almarhum Iwan Budi, Yunantyo Adi, mengatakan, surat yang dikirimkan telah direspon oleh Deputi V Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Ia mengaku, KSP telah membentuk tim untuk mengusut kasus tersebut.

Selamat Idulfitri 2024

“KSP sudah membentuk tim untuk mengusut, mengumpulkan data supaya permasalahan ini nanti bisa dikoordinasikan ke Presiden,” tuturnya, Selasa (15/11/22).

Baca juga:  Bank Jateng Gelar Pasar Sayuran Gratis Sepanjang Ramadan

Keluarga ASN Pemkot Semarang korban pembunuhan, Iwan Budi Paulus, sebelumnya telah mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo. Dalam surat tersebut, keluarga memohon kepada Presiden untuk memberi perhatian khusus terhadap kasus pidana yang sudah lebih dari dua bulan ini belum terungkap.

Menurut Yunantyo, keluarga juga sudah melakukan koordinasi dengan Pomdam IV/ Diponegoro dalam penyelidikan perkara ini. Selain itu, komunikasi juga terus dijalin dengan Polrestabes Semarang. Ia berharap kasus kematian Iwan Budi yang jasadnya ditemukan terbakar di kawasan Marina Semarang sekitar tiga bulan lalu itu bisa segera terungkap.

Baca juga:  Distapang Kota Semarang Jamin Stok Bapok Aman hingga Lebaran

Sebelumnya, sesosok jasad ditemukan terbakar bersama sebuah sepeda motor di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 8 September 2022. Bersama dengan jasad dan sepeda motor yang merupakan kendaraan dinas milik Iwan Budi tersebut ditemukan papan nama identitas, serta telepon seluler yang diduga milik Iwan Budi Paulus.

Iwan Budi dilaporkan menghilang sehari sebelum diperiksa sebagai saksi di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng terkait dugaan korupsi sertifikasi aset.

Dalam penyelidikan perkara ini, Polisi Militer Kodam IV/ Diponegoro juga telah memeriksa dua oknum TNI diduga terkait dengan peristiwa pembunuhan tersebut. Namun, Pomdam Diponegoro belum memiliki bukti permulaan yang cukup tentang keterlibatan dua oknum TNI tersebut. (ara/gih)