Cara Cegah Diabetes melalui Label Kemasan

ILUSTRASI: Label bahan makanan dalam kemasan produk. (ANTARA/JOGLO JATENG)

JAKARTA, Joglo Jateng – Pejabat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengimbau masyarakat untuk membiasakan diri membaca label makanan pada kemasan. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya diabetes.

Koordinator Kelompok Substansi Standardisasi Pangan Olahan Keperluan Gizi Khusus, Klaim dan Informasi Nilai Gizi, serta Pangan dengan Proses Tertentu dan Cara Produksi Pangan Tertentu BPOM Sofhiani Dewi mengatakan, sejalan dengan kebijakan terkait konsumsi Gula, Garam, Lemak dalam rangka pencegahan Penyakit Tidak Menular, saat ini setiap pangan olahan dalam kemasan wajib mencantumkan informasi nilai gizi.

Baca juga:  Apresiasi Menteri ATR/Kepala BPN Terdahulu Atas Capaian 10 Tahun Reforma Agraria

“Masyarakat diharapkan dapat dengan cermat memperhatikan kandungan Gula, Garam dan Lemak (GGL) setiap pangan olahan yang akan dikonsumsinya melalui Tabel Informasi Nilai Gizi yang memuat takaran saji, jumlah sajian per kemasan, nilai dan persentase AKG zat gizi termasuk GGL,” katanya, Kamis (17/11).

Ia juga menghimbau untuk masyarakat selalu cermat memantau kandungan gizi. Termasuk gula, garam dan lemak di label kemasan makanan olahan. Menurutnya, masyarakat bisa memenuhi anjuran konsumsi gula sehingga bisa mencegah munculnya diabetes.

Anjuran konsumsi gula harian adalah tidak lebih dari 50 gram atau empat sendok makan, garam tidak lebih dari 5 gram dan lemak tidak lebih dari 67 gram.

Baca juga:  Jateng Raih Penghargaan PAS Aman dari Bapanas, Komitmen Jaga Keamanan Pangan di Pasar Tradisional

“Hal ini penting agar kita dapat lebih sadar akan jumlah gula dan asupan kalori yang dikonsumsi setiap harinya sebagai salah satu faktor yang dapat menyebabkan diabetes,” jelasnya.

Menurut penjelasannya, label pangan olahan setidaknya memuat keterangan mengenai informasi nilai gizi, daftar bahan, halal (bagi yang disyaratkan), tanggal dan kode produks. Selain itu, juga memuat keterangan kedaluwarsa, berat bersih, nama produk, nama dan alamat produsen, nomor izin edar. (ara/mg2)