Tingkatkan Kreatifitas Pembelajaran Tematik dengan Talking Stick

Oleh: Sarotun. S.Pd.SD.
Guru SD Negeri 01 Ketapang, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang

PENDIDIKAN merupakan suatu kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Menurut undang-undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif. Kemudian membangun potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan. Selanjutnya, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Peran guru dalam proses membelajarkan anak semakin penting. Cara-cara mengajar konvensional, sudah selayaknya diperbarui dan dikembangkan. Di sinilah pentingnya pemahaman guru terhadap berbaagai pendekatan dalam pembelajaran

Dalam pendekatan holistik atau terpadu, suatu obyek akan terlihat maknanya apabila diamati secara menyeluruh, bukan terpisah-pisah. Pada dasarnya, pembelajaran terpadu dikembangkan untuk menciptakan siswa yang aktif secara mental. Menurut Hadisubroto (dalam  Trianto, 2010:57), pembelajaran terpadu adalah pembelajaran yang diawali dengan suatu pokok bahasan atau tema tertentu yang dikaitkan dengan pokok bahasan lain.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran. Model pembelajaran yang diterapkan dalam proses belajar hendaknya sesuai dengan kemampuan siswa maupun kemampuan guru. Agar pembelajaran lebih efektif dan bermakna seorang guru harus tepat dalam memilih model pembelajaran.

Ketika guru akan menggunakan model pembelajaran tertentu, guru seharusnya menggunakan kerangka kerja kurikulum yang berisi prinsip-prinsip pengajaran dan  pembelajaran. Yakni untuk membantu proses mengajar, serta penilaian untuk melihat hasil belajar siswa. Model pembelajaran yang digunakan untuk pembelajaran tematik kelas 1 di SD Negeri 02 Wonokromo Comal adalah dengan metode talking stick.

Model pembelajaran talking stick merupakan salah satu metode pendukung pengembangan pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang berbasis sosial. Yaitu bekerja dengan membentuk kelompok dari tiga atau lebih anggota. Menurut Miftahul Huda (2013: 111), salah satu asumsi pengembangan pembelajaran kooperatif adalah, bahwa sinergi yang muncul melalui kerja sama akan meningkatkan motivasi yang jauh lebih besar, daripada melalui lingkungan kompetitif individual. Model pembelajaran talking stick dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Sedangkan menurut Miftahul Huda (2013: 224), talking stick merupakan metode pembelajaran kelompok dengan bantuan tongkat. Kelompok yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah membaca materi pokoknya. Kegiatan tersebut berulang-ulang hingga setiap kelompok mendapatkan giliran menjawab pertanyaan.

Adapun sintak metode talking stick diawali dengan guru menyiapkan sebuah tongkat yang panjangnya +20 cm 2. Selanjutnya, guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan para kelompok untuk membaca dan mempelajari materi pelajaran. Setelah itu, siswa berdiskusi membahas masalah yang terdapat di dalam wacana. Usai siswa selesai membaca materi pelajaran dan mempelajari isinya, guru mempersilahkan siswa untuk menutup isi bacaan.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Berikutnya, guru mengambil tongkat dan memberikannya kepada salah satu siswa. Lalu, guru memberi pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut menjawabnya. Demikian seterusnya sampai sebgaian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru. Terakhir, guru memberi kesimpulan serta melakukan evaluasi/penilaian, dan menutup pembelajaran.

Model dengan pendekatan pembelajaran yang berbasis komunikasi ini memungkinkan siswa untuk mampu membaca dan menulis dengan baik. Siswa juga dapat belajar dengan orang lain, menggunakan media, menerima informasi, dan menyampaikan informasi. Selain itu, model ini juga dapat digunakan untuk menguji kesiapan siswa. Dapat pula melatih keterampilan siswa dalam membaca dan memahami materi pelajaran dengan cepat, dan mengajak mereka untuk terus siap dalam situasi apapun. (*)