Tingkatkan Pemahaman Membaca dengan Guided Reading

Oleh: Sarotun, SPd. SD
Guru SD Negeri 01 Ketapang, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang

BAHASA Indonesia merupakan salah satu pelajaran yang sangat penting, karena semua keterampilan berbahasa akan dilatih dengan lebih melalui pelajaran tersebut. Meskipun sekarang telah menggunakan kurikulum baru dimana peserta didik meggunakan pembelajaran tematik dengan bantuan buku tema. Hal tersebut membuat seluruh mata pelajaran berintegrasi menjadi satu.

Selamat Idulfitri 2024

Salah satu keterampilan berbahasa adalah membaca. Dimana kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting bagi setiap orang, karena dapat meningkatkan kemampuan atau wawasan.

Menurut Robin yang dikutip Samsu Somadayo (2011:3), memahami bacaan adalah proses intelektual yang kompleks, mencakup dua kemampuan utama. Yaitu penguasaan makna kata dan kemampuan berpikir tentang konsep verbal. Pendapat ini memandang bahwa dalam memahami bacaan, secara simultan terjadi konsentrasi dua arah dalam pikiran pembaca. Untuk itu pembaca dituntut untuk dapat mengungkapkan makna yang terkandung di dalam tulisan.

Proses memahami isi bacaan dalam praktiknya melibatkan proses kognitif yang meliputi kemampuan mengingat, berpikir, dan bernalar. Kemampuan kognitif yang dimaksud adalah kemampuan menemukan dan memahami informasi yang tertuang dalam bacaan secara tepat dan kritis. Seseorang dikatakan memahami isi bacaan jika ia dapat menjawab dengan tepat pertanyaan yang berkaitan dengan bacaan, baik bersifat tersurat maupun tersirat.

Dalam pembelajaran membaca, guru seharusnya menerapkan teknik yang tepat agar tujuan membaca tercapai. Kenyataannya, guru belum menerapkan teknik pembelajaran yang tepat, sehingga mempengaruhi kemampuan siswa memahami isi bacaan. Dengan demikian, perlu tindakan untuk meningkatkan kemampuan siswa memahami isi bacaan.

Sangatlah penting mengembangkan minat siswa untuk membaca. Bahan bacaan yang disediakan bisa beragam dan tidak harus semua dibeli. Antara lain koran, majalah, komik, buku fiksi, nonfiksi, bahkan buku yang di tulis siswa sendiri atau guru juga sangat disukai dan biasanya dibaca berulang-ulang.

Metode guide reading menurut Abidin (2012:90) adalah metode pembelajaan terbimbing untuk membantu siswa dalam menggunakan strategi belajar membaca secara mandiri. Dengan demikian, metode pembelajaran guide reading dapat membantu membimbing peserta didik dalam proses kegiatan membaca.

Adapun langkah pembelajaran guided reading dilakukan secara bertahap, yakni kegiatan pra baca, inti baca dan pasca baca telah dilakukan oleh guru. Pada pra baca, diawali dengan pemberian gambaran awal tentang teks bacaan melalui apersepsi, dan penjelasan langkah kegiatan pembelajaran guided reading. Pada inti baca, muncul langkah guided reading mulai dari kegiatan membaca bergiliran, pemberian pertanyaan lisan, membaca intensif. Selanjutnya diskusi kelompok mengenai teks bacaan yang telah dibaca.

Pada pasca baca, siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok, serta pemberian tindak lanjut berupa pesan pembelajaran dan moral. Pembelajaran guided reading menyajikan pembelajaran secara utuh dan terpadu. Yakni keterampilan membaca, menulis, menyimak, dan berbicara.

Metode guide reading memiliki beberapa kelebihan anatara lain peserta didik lebih berperan aktif, dan materi lebih dapat cepat terselesaikan dalam kelas. Kemudian memotivasi peserta didik untuk senang membaca, serta membangkitkan minat baca peserta didik. Selain itu juga dapat mempermudah guru dalam mengelola kelas, sehingga menciptakan suasana kelas yang kondusif.

Metode guide reading ini sangat tepat dalam meningkatkan kemampuan membaca bagi siswa sekolah dasar. Karena ini memiliki tujuan untuk menjadikan siswa menjadi pembaca yang mandiri dan mampu sukses dalam proses kegaiatan membaca. Selain itu juga agar mampu membuat siswa tidak merasa bosan dalam kegiatan membaca. Maka hal ini akan meningkatkan kemampuan membaca siswa. Dengan begitu, para siswa akan lebih memahami isi bacaan dari teks dengan lebih mudah, karena kegiatan membaca berjalan lebih menyenangkan. (*)