Kelanjutan Kasus Penembakan Istri TNI di Semarang, Ini Status Penuntutan Orang Suruhan Kopda Muslimin

Empat eksekutor percobaan pembunuhan terhadap Rina Wulandari (34), istri anggota TNI AD di Semarang, dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Semarang pada Jumat (ANTARA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Empat eksekutor percobaan pembunuhan terhadap Rina Wulandari (34), istri anggota TNI AD di Semarang akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Semarang. Pelimpahan ini untuk dilakukan penuntutan.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan NegeribSemarang, M Rizky Pratama, di Semarang, mengatakan, tersangka beserta barang bukti dilimpahkan ke penuntutan dari penyidik Polrestabes Semarang.

Adapun empat eksekutor percobaan pembunuhan tersebut masing-masing yaitu Sugiono alias Babi warga Kabupaten Demak, Ponco Aji Nugroho warga Semarang, Supriyono alias Sirun warga Semarang, dan Agus Santoso alias Gondrong warga Kabupaten Magetan.

Baca juga:  Unwahas Siap Cetak Tenaga Kerja Berkualitas

“Keempat pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana,” katanya, Jumat (18/11).

Selain keempat eksekutor, polisi juga melimpahkan satu tersangka bernama Dwi Sulistyo. Ia merupakan penyedia senjata api yang digunakan dalam percobaan pembunuhan itu.

Rizky menambahkan, kelima tersangka tersebut nantinya akan dibagi dalam tiga berkas perkara.

“Dua berkas, masing-masing untuk tersangka Sugiono dan Supriyono, serta tersangka Ponco Aji Nugroho dan Agus Santoso, sesuai dengan perannya,” katanya.

Sementara itu, untuk tersangka Dwi Sulistyo akan didakwa dalam satu berkas tersendiri. Kelima tersangka tersebut akan ditahan di LP Semarang.

Baca juga:  Turnamen Bola Voli Piala Gubernur Jateng, Jadi Awal Rangkaian Sport Tourism

Ia menyebut, setelah penuntutan selesai, berkas perkara akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Semarang untuk dilaksanakan penyidangan.

Sebelumnya, polisi meringkus empat anggota kelompok pembunuh bayaran yang ditugaskan menghabisi Rina Wulandari, istri anggota TNI di Semarang, pada 18 Juli 2022 lalu.

Keempat pelaku merupakan suruhan dari suami korban, almarhum Kopda Muslimin, yang merupakan otak dari peristiwa percobaan pembunuhan itu. (ara/mg2)