Model Picture and Picture pada Pelajaran Sains

Oleh: Erlina,S.Pd.
Guru SD N 01 Mulyoharjo, Kec. Pemalang, Kab. Pemalang

SAINS merupakan mata pelajaran yang dimaksudkan agar siswa mempunyai pengetahuan, gagasan dan konsep-konsep yang terorganisasi dengan alam sekitar. Berdasarkan hasil pengamatan di SD kami, diketahui bahwa proses pelaksanaan belajar mengajar sains anak belum mencapai tingkat keberhasilan yang diinginkan. Kurangnya aktivitas yang dimaksud adalah keaktifan siswa dalam memperhatikan pelajaran, bertanya, mengemukakan pendapat. Selain itu juga kurangnya keberanian serta keterampilan siswa dalam mengungkapkan pendapatnya.

Selamat Idulfitri 2024

Untuk mengatasi permasalahan diatas, kami mencoba menetapkan suatu model pembelajaran yang dapat membuat suasana pembelajaran lebih menarik. Model ini juga bisa menciptakan situasi dan kondisi yang membuat siswa terlibat aktif selama pembelajaran berlangsung.

Menurut Purwanto (2009:43), belajar adalah suatu proses untuk membuat perubahan dalam diri siswa dengan cara berinteraksi dengan lingkungan untuk mendapatkan perubahan dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil belajar adalah sesuatu yang diperoleh atau dicapai siswa berkat adanya usaha atau fikiran. Hal tersebut dinyatakan dalam bentuk penguasaan, pengetahuan, dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai kehidupan.

Untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran sains, maka guru harus merancang strategi pembelajaran yang baik sebelum proses pembelajaran dimulai. Salah satu cara untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang tepat digunakan, yaitu model pembelajaran kooperatif.

Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sistematis mengembangkan interaksi. Model pembelajaran picture and picture merupakan salah satu bentuk pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran ini memiliki ciri aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan dalam pembelajaran. Yakni mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran, dengan cara memasangkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis.

Langkah-langkah dalam model pembelajaran picture and picture, diawali guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, dan menyajikan materi sebagai pengantar. Berikutnya, guru menunjukkan atau memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. Lalu menunjuk atau memanggil siswa secara bergantian untuk memasang atau mengurutkan gambar menjadi urutan yang logis. Terakhir, guru menanyakan alasan atau dasar pemikiran urutan gambar tersebut. Dari alasan atau urutan gambar tersebut, guru mulai menanamkan konsep, kemudian menarik kesimpulan.

Pada awalnya, proses pembelajaran sains di kelas V SDN 01 Mulyoharjo Kecamatan Pemalang kurang maksimal. Hal tersebut berdampak pada hasil belajar siswa. Mereka kurang terlibat dalam proses belajar mengajar, dan kurang berani dalam mengemukakan pendapat dan pertanyaan. Penyebabnya adalah metode pembelajaran yang kurang bervariasi. Selain itu, tidak ada kegiatan aplikatif bagi siswa untuk melakukan, mencoba, dan mengalami sendiri dalam kegiatan belajar mengajar. Guru juga belum begitu paham tentang berbagai macam metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Selanjutnya, guru menerapkan model pembelajaran picture and picture, khususnya pada materi Mengidentifikasi Peristiwa Alam yang Terjadi di Indonesia dan Dampaknya Bagi Makhluk Hidup dan Lingkungan pada kelas V SDN 01 Mulyoharjo Kecamatan Pemalang. Metode  penyampaian materi ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hasilnya, aktivitas dan hasil belajar siswa dapat meningkat. Pada pembelajaran I, rata-rata hasil belajar siswa 64 dan pembelajaran II rata-rata hasil belajar 76. (*)