Tingkatkan Hasil Belajar Matematika dengan Benda Manipulatif

Oleh: Dina Hikmah Safariyah, S.Pd.SD.
Guru SDN 01 Limbangan, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang

METEMATIKA menjadi salah satu pelajaran yang harus dipelajari oleh setiap peserta didik. Pelajaran tersebut memberikan kontribusi yang besar dalam membekali peserta didik untuk menghadapi masa depannya. Namun, sebagian besar peserta didik beranggapan bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dan menakutkan, seperti yang diungkapkan oleh Suherman (2002:59). Dampak dari citra negatif tersebut adalah hasil belajar peserta didik dalam matematika sampai saat ini belum memuaskan.

Pemahaman merupakan faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan seorang peserta didik. Siswa yang pemahamannya lebih tinggi akan meraih prestasi yang gemilang. Namun sebagian besar peserta didik saat ini pemahaman belajar masih rendah. Sehingga hasil yang mereka raih belum memuaskan.

Guru sebagai pendidik dan pengajar di sekolah tidak hanya dituntut untuk memilih cara atau teknik pembelajaran yang tepat. Namun dituntut juga untuk menciptakan situasi belajar yang nyaman agar potensi peserta didik dapat dikembangkan secara optimal. Dengan begitu, akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggunakan media manipulatif sebagai sarana belajar peserta didik. Yakni agar pembelajaran menjadi asyik dan menarik.

Dalam mengajarkan matematika di kelas 6, guru seyogyanya memperhatikan fakta perkembangan mental fikir berfikir anak. Piaget (Ruseffendi 1984: 21) menyatakan, periode operasional konkret, dari umur 7 atau 8 tahun sampai 11 atau 12 tahun. Tahap pengerjaan logis dapat dilakukan dengan bantuan benda-benda konkrit atau dalam keadaan tertentu.

Benda manipulatif merupakan alat peraga pembelajaran yang dapat dimanipulasi atau diotak-atik dan dikelompokkan. Dengan menggunakan benda manipulatif, diharapkan peserta didik akan lebih mudah untuk memahami konsep matematika yang sedang dipelajari. Selain itu, juga dapat meningkatkan keterampilan peserta didik dalam berhitung. Dalam hal ini, benda manipulatif adalah benda-benda yang digunakan dalam pembelajaran. Contohnya daun, butir jagung, kelereng, dan stik es krim.

Kelebihan dari penggunaan benda manipulatif dalam pembelajaran adalah sebagai berikut. Pertama, memberikan kesempatan semaksimal mungkin kepada peserta didik untuk mempelajari dan melaksanakan tugas-tugas dalam situasi nyata. Kedua, memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengalami sendiri situasi yang sesungguhnya. Kemudian melatih keterampilan menggunakan alat inderanya sebanyak mungkin.

Kelemahan dari penggunaan benda manipulatif adalah tidak selalu dapat memberikan gambaran dari benda yang sebenarnya. Sehingga pembelajaran perlu didukung dengan media lain.

Berdasarkan gambaran tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan benda manipulatif dapat menjaga pusat perhatian peserta didik. Pembelajaran ini membuat mereka lebih aktif. Dengan menggunakan benda maipulatif. Peserta didik akan dapat mengamati, menangani, memanipulasi, mendiskusikan langsung menggunakan benda manipulatif dalam pembelajaran. Dengan begitu, pembelajaran menjadi menyenangkan. Sehingga dapat membangkitkan motivasi belajar dan minat belajar peserta didik pada pembelajaran matematika.

Dalam pembelajaran dengan menggunakan benda manipulatif, guru hendaknya berupaya untuk menciptakan dan mengembangkan proses pembelajaran matematika yang dapat menarik minat. Hal tersebut bertujuan untuk menggugah rasa keingintahuan peserta didik dalam pembelajaran matematika. Dengan begitu, mereka mampu untuk bersikap positif dalam setiap pembelajaran.

Soal-soal yang disusun oleh guru dalam pembelajaran matematika hendaknya berupa soal yang bertitik tolak pada kehidupan peserta didik. Kemudian bahasa yang digunakan harus sesuai dengan pengetahuan, dan mudah dipahami siswa. Diharapkan, pihak sekolah harus mulai terbuka dalam menerima inovasi atau perubahan positif dan pengembangan. Baik sistem pengajaran, sarana prasarana yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Sehingga hasil pembelajaran dapat berkembang secara optimal. (*)