Kudus  

Komunitas Artsotika Gelar Workshop, Upayakan Dolanan Tempo Dulu Dikenal Kembali

ANTUSIAS: Suasana workshop dolanan anak dan macapat di SD 2 Japan, Selasa (22/11/2022). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Mengingat semakin tipisnya minat anak terhadap dolanan tradisional dan macapat, Komunitas Artsotika menggelar workshop dolanan anak dan macapat bagi pelajar Sekolah Dasar (SD) di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Puluhan pelajar antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Ketua Artsotika Muria#4 Dian Puspitasari menjelaskan, 50 lebih pelajar SD antusias dalam mengikuti kegiatan workshop dolanan anak dan macapat. Para peserta workshop tersebut merupakan perwakilan dari beberapa SD yang ada di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

“Terdapat lebih dari 50 pelajar yang mengikuti workshop ini. Mereka sangat antusias dengan kegiatan tersebut,” ujarnya.

Baca juga:  320 Madrasah Komitmen Jadi Madrasah Aman dan Sehat

Workshop dolanan anak dan macapat ini digelar mengingat anak-anak masa kini yang lebih mengenal gadget dibanding teman sebayanya. Mereka juga mulai melupakan dolanan tempo dulu. Dengan workshop ini diharapkan anak-anak dapat kembali mengenal dan mencintai dolanan tempo dulu dan macapat.

“Selain itu, dengan mereka memainkan dolanan tempo dulu. Mereka dapat bersosialisasi dengan teman sebayanya atau teman sekampungnya,” tuturnya.

Kegiatan tersebut telah dimulai pada Senin (21/11/2022) sampai hari H. Hari H yang dimaksud ialah puncak acara Artsotika Muria#4, nantinya hasil dari berbagai workshop akan ditampilkan dalam pementasan puncak acara tersebut pada Jumat (25/11/2022) hingga Minggu (27/11/2022) mendatang di SD 2 Japan.

Baca juga:  Museum Kretek Ramaikan Pameran Museum di Monumen Pers Nasional

“Terdapat beberapa workshop lain. Diantaranya, workshop cinderamata, workshop terapi, workshop pantomim, dan lain sebagainya. Workshop tersebut menyesuaikan dengan permintaan masyarakat Japan,” paparnya. (cr1/fat)