Mahir Menulis Teks Eksplanasi melalui Active Learning Berbantu Media Gambar

Oleh: Dwi Setiyo Rini
Guru Kelas SD Negeri 1 Karanganyar, Kabupaten Grobogan

KETERAMPILAN menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa Indonesia yang harus dikuasai peserta didik. Menulis Teks Eksplanasi merupakan salah satu materi dari muatan pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VI. Bahasa Indonesia dirancang untuk membekali peserta didik agar mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia yang benar, baik secara lisan maupun tertulis.

Selamat Idulfitri 2024

Bahasa Indonesia merupakan salah satu muatan pelajaran yang kurang menarik bagi peserta didik. Peserta didik belum dibiasakan untuk menulis. Hal ini menyebabkan rendahnya keterampilan menulis seperti yang terjadi di kelas VI di SD Negeri 1 Karanganyar Kabupaten Grobogan. Peserta didik mengalami kesulitan dalam mengungkapkan ide, pikiran, dan gagasan ke dalam bahasa tulis dalam menulis teks eksplanasi. Sebagian besar peserta didik mampu menentukan struktur teks eksplanasi, namun belum mampu mengungkapkan suatu ide, pikiran, dan gagasan dengan menggunakan bahasa sendiri. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, guru menggunakan active learning berbantu media gambar untuk membantu peserta didik dalam menulis teks eksplanasi selama proses pembelajaran Bahasa Indonesia, karena dengan menerapkan active learning berbantu media gambar dapat memberikan rangsangan secara visual  dan menimbulkan ingatan pada suatu rangkaian kejadian tertentu sehingga peserta aktif selama pembelajaran.

Active learning adalah strategi belajar yang menuntut peserta didik agar terlibat secara aktif. Tujuannya agar peserta didik dapat memahami pokok-pokok materi pelajaran dan bisa mengaplikasikannya untuk memecahkan persoalan yang ada di kehidupan nyata. Melalui pembelajaran aktif, guru dapat membantu peserta didik dalam mendapatkan pengalaman pembelajaran secara nyata, tidak hanya sekadar teori belaka. Guru atau pendidik tidak begitu dominan melainkan bertugas sebagai fasilitator agar peserta didik dapat merangsang keaktifannya, baik dari segi fisik, mental, emosional, dan sosial.

Dalam menerapkan metode belajar ini, ada beberapa prinsip active learning yang perlu diperhatikan oleh para pendidik. Di antaranya adalah prinsip motivasi, prinsip konteks/latar, prinsip keterarahan pada fokus tertentu, prinsip sosialisasi, prinsip belajar sambil bekerja, prinsip individualisasi, prinsip menemukan dan prinsip pemecahan masalah.

Selain pembelajaran aktif, pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan, motivasi, dan rangsangan bagi peserta didik. Media dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, membangkitkan semangat, perhatian, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses pembelajaran pada diri peserta didik. Selain membangkitkan motivasi dan minat peserta didik, media pembelajaran juga dapat membantu peserta didik meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadukan informasi.

Menurut KBBI, gambar/gam.bar/n tiruan barang (orang, binatang, tumbuhan, dsb) yang dibuat dengan pensil pada kertas lukisan. Gambar adalah penyajian visual dua dimensi yang memanfaatkan rancangan gambar sebagai sarana pertimbangan mengenai kehidupan sehari-hari, misalnya yang menyangkut manusia, peristiwa, benda-benda, dan tempat. Gambar atau foto berfungsi untuk menyampaikan pesan melalui gambar yang menyangkut indera penglihatan.

Menurut Omar Hamalik media gambar adalah segala sesuatu yang berwujud visual serta memiliki bentuk dua dimensi yang menjadi perantara dari curahan perasaan ataupun juga pemikiran. Media ini sesuai untuk melatih keterampilan ekspresi tulis (mengarang) dan keterampilan ekspresi lisan (berbicara, bercerita). Dengan mengamati gambar yang dibentangkan di depan kelas, peserta didik diharapkan dapat memperoleh konsep tentang topik tertentu.

Selama proses pembelajaran berlangsung, dengan menerapkan active learning berbantu media gambar dalam menulis teks eksplanasi, peserta didik terlihat sangat aktif, antusias, berani, dan tanggung jawab karena merupakan hal baru yang belum pernah mereka kenal sebelumnya. Dengan menerapkan active learning berbantu media gambar, peserta didik lebih mudah menulis teks eksplanasi. Peserta didik mudah untuk memulai menuliskan gagasan-gagasannya. Rangkaian gambar yang ada membuat peserta didik lebih mudah menuliskan ide. Keaktifan, keantusiasan, keberanian dan tanggung jawab peserta didik dalam proses belajar tersebut ternyata membuahkan hasil yang memuaskan. Hal ini ditandai dengan pencapaian nilai rata-rata menulis teks eksplanasi yang mengalami peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan pembelajaran sebelumnya.

Active learning berbantu media gambar dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran bahasa Indonesia karena memiliki keunggulan dapat membuat peserta didik berantusias, berani, dan bertanggung jawab serta terlibat aktif dalam pembelajaran.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan active learning berbantu media gambar terbukti dapat meningkatkan minat dan keterampilan peserta didik peserta didik kelas VI SD Negeri 1 Karanganyar Kabupaten Grobogan dalam menulis teks eksplanasi yang selama ini dianggap sulit. Mereka tampak semakin mahir dan aktif dalam menulis teks eksplanasi. (*)