SD Muhammadiyah Wonokromo 2 Berikan Pelatihan Siaga Bencana Sejak Dini

BERSEMANGAT: Para siswa saat melakukan simulasi siaga bencana di halaman SD Muhammadiyah 2 Wonokromo, Pleret, Bantul, beberapa waktu lalu. (DOK. PRIBADI/JOGLO JOGJA)

MEMBERI pengetahuan tentang bencana dapat dilakukan sejak dini. Seperti yang dilakukan Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Wonokromo 2 Pleret, Bantul. Sekolah tersebut mengadakan kegiatan pelatihan siaga bencana. Hal ini bertujuan agar siswa dapat mengantisipasi saat terjadi bencana alam.

Kepala SD Muhammadiyah Wonokromo 2 Hayuning Utami mengatakan, para siswa diberikan simulasi bagaimana saat terjadinya bencana alam. Karena di Kapanewon Pleret, pada tahun 2006 lalu pernah menjadi pusat gempa.

“Sebanyak 144 siswa SD Muhammadiyah 2 Wonokromo ini mengikuti pelatihan simulasi terjadinya gempa. Kegiatan ini dilakukan langsung oleh Taruna Siaga Bencana (TAGANA) yang merupakan satuan pendidikan ke-39 dan juga melayani masyarakat,” ujarnya, Selasa (22/11/22).

Baca juga:  Warga Keluhkan Bukit Sampah Mandala Krida

Sebelum memberikan simulasi di SD Muhammadiyah 2 Wonokromo, TANAGA terlebih dahulu memberikan pemahaman kepada murid dan para guru. Setelah itu, seluruh siswa melakukan simulasi di halaman sekolah.

Salah satu bentuk simulasi ini adalah, begitu mendengar sirene bahaya, para siswa dan guru keluar berhamburan ke halaman meninggalkan gedung sekolah. Hal ini sebagai simulasi siaga bencana sekolah tersebut.

“Jadi untuk TANAGA ini, kita menurunkan 12 personil untuk melakukan simulasi siaga bencana. Di sini kami tidak hanya melakukan satu siaga bencana alam saja. Ada beberapa simulasi bencana yang kita berikan seperti banjir, gempa, dan kebakaran,” ungkap Roh Pitutur ketua TANAGA Bantul.

Baca juga:  Polda: Kejahatan Jalanan di DIY Turun Drastis

Pihaknya memberikan beberapa tips ketika terjadi bencana gempa bumi. Antara lain lindungi kepala, jangan panik, dan tetap tenang. Serta jangan kembali terlebih dahulu ke dalam ruangan tempat semula. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Bila terjadi bencana apa pun, para siswa dan guru jangan panik, sehingga siswa lebih waspada lagi dan sebisa mungkin mengatasi bencana tersebut. Saya juga mendoakan semoga tidak ada bencana bagi kita,” imbuhnya. (cr4/abd)