Beri Kesempatan Sama bagi ABK Raih Pendidikan

BIMBING: Terlihat guru sedang mendampingi siswa ABK saat pelajaran berlangsung, belum lama ini. (DOK.PRIBADI/JOGLO JOGJA)

PENDIDIKAN merupakan hak bagi seluruh warga negara, tak terkecuali Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Untuk mendukung hal tersebut, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta mengadakan Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi (SPPI).

Kepala SD Negeri Giwangan Sri Lestari mengatakan, dulunya SPPI di sekolah tersebut hanya menerima ABK dengan kriteria tertentu untuk dimasukkan di kelas reguler, yakni tuna netra. Namun seiring dengan kebutuhan, pihaknya membuka kesempatan bagi seluruh ABK yang ingin mendaftarkan di sini.

Selamat Idulfitri 2024

“Jadi di sini kita ada tujuh guru khusus yang melakukan pendampingan kepada ABK ini. Nantinya, para guru ini mendampingi para siswa pada setiap kelasnya,” ungkapnya, saat diwawancarai Joglo Jogja di SDN Giwangan, Rabu (23/11).

Baca juga:  Bantul Dipersiapkan Jadi Percontohan Kabupaten Antikorupsi

Ia mengatakan, terdapat beberapa wilayah yang tidak terjangkau oleh Sekolah Luar Biasa (SLB). Oleh sebab itu, pihaknya tergugah untuk memberikan pelayanan SPPI di sekolahnya.

“Kita berikan terlebih dahulu arahan kepada wali murid tentang  gambaran ke depannya. Bahwa ketika para siswa sudah memilih masuk ke SDN Giwangan ini, berarti akan menjadi tanggung jawab kita. Untuk para siswa reguler, di sini juga kami arahkan untuk saling membantu jika ada ABK yang mengalami kesusahan,” tuturnya.

Salah satu guru ABK Anis menjelaskan terkait kesulitan mengajar ABK, ketika anak marah, maka harus fokus kepada satu anak saja. Sebab di sekolah tersebut memaksimalkan guru khusus yang ada saja. Solusinya ketika anak bosan di kelas, maka siswa bisa dibawa keluar ke tempat yang disukai anak ABK.

Baca juga:  Ditinggal Mudik Lebaran, Pastikan Rumah Dalam Kondisi Aman

“Di sini total ABK ada 30 orang. Kami berharap, untuk semua daerah bisa care terhadap penyelenggaraan SPPI ini. Semoga para guru bisa tetap sabar dan maksimal, karena untuk menjaga dan merawat ABK tidak mudah,” ungkapnya. (cr4/abd)