UMKM  

Sempat Bangkrut Berhutang, Kini Usaha Kubah Masjid Haji Jono Beromzet Miliaran

BEKERJA: Proses pembuatan kubah masjid milik Haji Jono, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

MEMBANGUN usaha tidak semudah membalikkan telapak tangan. Seperti yang dilakukan Jono, warga Desa Langenharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. Meskipun rintangan menghampiri, kini ia sukses mempunyai usaha pembangunan kubah masjid.

Pria yang sering dipanggil Haji Jono itu menceritakan, lebih dari 10 tahun ia menjadi seorang karyawan pengrajin kubah masjid. Kemudian ia memutuskan keluar dan memilih jalur usaha mandiri.

“Pada awalnya usahanya itu di tahun 2003. Dengan meminjam uang di bank untuk usaha. Namun bangkrut dan banyak menyisakan hutang,” ceritanya, Senin (28/11/22).

Baca juga:  Kebanjiran Order Boneka Unta Tiap Musim Haji

Akibat kegagalan usahanya, dengan alat seadanya, ia membuka service panci atau tukang tambal panci menggunakan sepeda.

“Setiap hari berkeliling mengayun sepeda tua dari desa ke desa. Supaya mendapatkan pelanggan yang mau menservice prabotan dapur yang rusak,” ceritanya.

Kemudian 2004 hingga 2005, usahanya itu semakin berkembang. Hingga akhirnya ia memiliki 3 karyawan. Selang beberapa tahun kemudian, ia mendapatkan proyek di Aceh. Yakni membuat kubah masjid senilai 5 milliar lebih.

“Dari sanalah usaha saya semakin merangkak naik. Dari keuntungan itulah bisa mengembangkan usaha pembuatan kubah masjid hingga sekarang ini,” imbuhnya.

Baca juga:  Kebanjiran Order Boneka Unta Tiap Musim Haji

Haji Jono kini mempunyai outlet distributor kubah masjid sebanyak 153 yang tersebar di seluruh Indonesia dan Malaysia. Dan memperkerjakan sekitar 170 orang karyawan. (lut/gih)