Bergandeng Tangan Sukseskan Platform Merdeka Mengajar

Oleh: Titi Asri Utami, S.Pd.SD
Kepala Sekolah SD N 2 Purbayasa, Kec. Padamara, Kab. Purbalingga

MERDEKA mengajar adalah platform edukasi yang yang memiliki fungsi utama untuk membantu guru mengajar, belajar dan berkarya. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim menyebutkan, platform Merdeka Mengajar (PMM) akan menjadi teman guru dalam mengajar.

Selamat Idulfitri 2024

Lasty Kesdu selaku tim PMM menuturkan, para guru perlu sekali memanfaatkan platform tersebut dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Karena menjadi salah satu sumber belajar yang bisa menyediakan informasi terkini dan akurat dalam berbagai format. Seperti dokumen maupun video.

PMM memberikan kesempatan yang setara bagi guru untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya kapan pun dan di mana pun berada. Fitur belajar pada platform tersebut memberikan fasilitas pelatihan mandiri yang memberikan kesempatan kepada guru dan tenaga pendidikan. Yakni untuk dapat memperoleh materi pelatihan berkualitas secara mandiri.

PMM dapat diakses melalui dua cara, yaitu melalui aplikasi ponsel android yang diunduh di Google Play atau melalui situs website. Platform Merdeka Mengajar bersifat gratis, jadi guru tidak perlu membayar tarif akses premium sama sekali untuk menggunakannya.

Saat ini guru diseluruh Indonesia diharapkan bisa mengakses serta memanfaatkan PMM. Begitu juga beberapa guru yang ada di SD Negeri 2 Purbayasa, yang terbukti sudah dapat menyelesaikan beberapa topik. Dalam mengakses PMM, guru-guru di SD N 2 Purbayasa membuat jadwal dalam seminggu sekali, yakni setiap Sabtu setelah jam pembelajaran. Para guru berdiskusi menyampaikan kendala serta mencari solusi bersama dalam penyelesaian topik-topik pada platform tersebut.

Beberapa kendala yang dihadapi adalah dalam pembuatan aksi nyata, karena terhalang dalam pembuatan video (Youtube) ataupun Google Form untuk respon umpan balik. Jadi bagi guru-guru yang kurang mahir dalam menggunakannya, dapat juga melakukan cara penyampaian tatap muka. Cara tersebut dilaksanakan dengan guru memaparkan hasil Power Point yang berisikan topik sesuai materi dengan liquid crystal display (LCD).

Umpan balik dari guru-guru yang menyimak pemaparan, diberikan lembaran kertas yang sudah berisikan pertanyaan yang kemudian dijawab langsung pada lembar tersebut. Saat memberikan paparan, guru diambil fotonya untuk dokumentasi, serta hasil umpan balik yang sudah diisi oleh penyimak paparan juga difoto. Hasil foto dan umpan balik dijadikan satu dengan slide paparan Power Point yang digunakan, kemudian disimpan dalam bentuk file PDF. Selanjutnya file tersebut diunggah pada PMM. Untuk mengunggahnya, guru yang terkendala akan dipandu oleh guru lain yang mahir.

Yang menarik dari kegiatan ini adalah guru di SD N 2 Purbayasa sudah dapat menyelesaikan PMM pada topik 1 beserta dengan unggahan aksi nyata. Jadi tidak ada kesenjangan guru antara yang sudah mengerjakan dengan yang sama sekali belum mengerjakan, bahkan belum pernah membuka PMM. Jadi pengerjaan dari masing-masing guru adalah murni hasil pemikiran sendiri.

Menurut penulis, dengan cara menyediakan waktu untuk berdiskusi dan saling memberikan masukan dalam pengerjaan, cukup berhasil meningkatkan motivasi guru dalam mengerjakan PMM. Hal ini dibuktikan dengan semua guru di sekolah, sudah menyelesaikan dan lulus lebih dari satu topik. Selain berhasil lulus topik-topik pada PMM, guru juga dapat mendapat kemudahan dalam pelaksaaan kegiatan belajar mengajar. Selain itu, guru juga dapat belajar mengakses dan memanfaatkan berbagai media teknologi. (*)