Kudus  

Masyarakat Diimbau Jaga Kesehatan Lingkungan

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, DKK Kudus, Nuryanto. (MU’ARIFAH/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Memasuki musim pancaroba, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitaranya untuk tetap bersih, sehat dan nyaman. Upaya ini dilakukan untuk mencegah beberapa penyakit yang kerap terjadi saat pergantian musim.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, DKK Kudus, Nuryanto memaparkan, sebagian besar wilayah setempat saat ini sedang mengalami musim pancaroba. Hal ini ditandai dengan tingkat hujan yang tinggi.

Selamat Idulfitri 2024

Pada musim pancaroba, ada beberapa penyakit yang kerap menyerang imunitas. Penyakit tersebut seperti diare, infeksi saluran pernafasan, penyakit kulit, Demam Berdarah Dengeu (DBD), dan penyakit lain.

Baca juga:  RSI Sunan Kudus Segera Realisasikan Layanan Ortotik Prostetik

Nuryanto juga menyebutkan, intensitas curah hujan tinggi bisa menyebabkan banjir yang kecenderungan membawa penyakit diare. Kemudian terjadi infeksi pernafasan atas sehingga muncul penyakit DBD akibat genangan air yang tidak terkontrol.

Pihaknya mengajak masyarakat untuk terlibat dalam menurunkan tingkat penderita penyakit di musim pancaroba dalam lingkungan sekitar. Pada ranah ini, Nuryanto meminta masyarakat untuk membersihkan lingkungan dan memastikan tidak ada tempat untuk bersarangnya jentik nyamuk.

“Mengingat kembali untuk pemberantasan sarang nyamuk. Tiga langkah ini sangat penting sekali dengan 3M. Yaitu menguras, mengubur dan menutup,” ujarnya.

Baca juga:  Produksi Jenang Mubarok Kudus Naik 3 Kali Lipat, Karyawan Ditambah 100 Orang

Selain itu, ia juga menambahkan, lingkungan diri menjadi ranah yang cukup penting. Karena ada kebiasaan, gaya hidup, dan pola hidup yang bisa untuk meningkatkan imunitas diri.

Nuryanto juga megingatkan masyarakat untuk selalu membiasakan pola hidup bersih dan sehat. Yakni dengan memakai masker, selalu mencuci tangan sebelum melakukan kontak, menjaga pakaian dan handuk untuk tetap kering.

Tak berhenti pada lingkungan masyarakat, Nuryanto juga mengimbau lingkungan sekolah untuk tetap menjaga kerbesihan. Menurutnya, DKK terus menjalin komunikasi dengan sekolah, karena nyamuk Aedes Aegypti berkecendurangan menggigit pada pagi hari.

Baca juga:  BUMDes Jepang akan Difasilitasi Swasta

Oleh sebab itu, perlunya untuk menjaga kebersihan sarana dan prasarana sekolah. Sehingga tidak menjadi tempat berkembangnya nyamuk yang berakibat pada kesehatan siswa dalam kegiatan belajar mengajar.

“Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menciptakan suasana lingkungan yang sehat di Kudus. Tatkala ini bisa menciptakan suasana bersih, sehat, aman dan nyaman, InsyaAllah kasusnya akan menurun,” pungkasnya. (cr8/fat)