Peer Teaching untuk Belajar Matematika KPK dan FPB

Oleh: Nor Djama’i, S.Pd.SD
Guru SD 2 Mijen, Kec. Kaliwungu, Kab. Kudus

MATEMATIKA merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan ilmu-ilmu lain yang sangat berperan penting bagi kehidupan manusia. Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua siswa. Yaitu untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar siswa memiliki kemampuan memperoleh, mengelola dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah tidak pasti dan kompetitif.

Selamat Idulfitri 2024

Pembelajaran merupakan proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik dengan menggunakan media dan metode tertentu. Dalam pembelajaran matematika, pengajar menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan siswa. Tetapi dari kenyataan yang ada berdasarkan hasil evaluasi di kelas, umumnya menunjukkan bahwa nilai matematika yang diperoleh siswa masih sangat rendah.

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil tes formatif prestasi belajar matematika materi tentang KPK dan FPB, di SD 2 Mijen, banyak siswa atau lebih dari separuh siswa memperoleh nilai di bawah Kriteria Kentusan Minimum (KKM).Untuk mengatasi masalah tersebut, pengajar menggunakan strategi yang tepat. Salah satunya dengan pembelajaran tutor sebaya (peer teaching).

Pembelajaran tutor sebaya dalam kelompok belajar dilakukan untuk menciptakan kondisi belajar pada pelajaran matematika yang menyenangkan. Menurut Arikunto ( 1986 : 62 ), metode tutor sebaya adalah seorang siswa atau beberapa siswa yang telah menguasai materi dan dipilih oleh guru untuk membantu dan membimbing teman satu kelas untuk melaksanakan program perbaikan. Langkah-langkah pembelajaran tutor sebaya adalah sebagai berikut. Pertama, guru memilih siswa atau beberapa siswa yang pandai yang akan dijadikan tutor.

Kedua, membentuk kelompok kecil yang terdiri dari empat siswa dan salah satunya seorang tutor yang ditunjuk. Ketiga, tutor diberikan pemahaman penguasaan materi agar mereka percaya diri. Keempat, guru memberikan arahan tentang aturan pembelajaran tutor sebaya. Misalnya ada siswa yang ingin bertanya, maka mereka akan bertanya pada tutor yang sudah dipilih dan guru hanya bersikap sebagai fasilitator.

Kelima, guru menyediakan materi. Keenam, guru memberikan tugas secara berkelompok. Ketujuh, tutor memandu diskusi kelompok, membimbing dan memberitahu siswa sebayanya yang mengalami kesulitan belajar. Kedelapan, seorang wakil kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Kesembilan, mengacu pada hasil diskusi siswa. Yakni guru bersama siswa menyimpulkan materi yang dipelajari. Kesepuluh, siswa mengerjakan soal latihan, kemudian guru dan siswa membahas soal latihan dan sekaligus memberikan nilai.

Kelebihan pembelajaran tutor sebaya adalah suasana belajar menjadi lebih akrab, lebih efisien, dan mampu meningkatkan rasa tanggung jawab. Sedangkan kelemahannya adalah tutor sebaya yang dipilih belum tentu mampu menyampaikan materi kepada temannya dan di antara siswa belum tentu akrab. Namun, metode ini tetaplah membantu siswa SD 2 Mijen belajar materi KPK dan FPB. Terbukti, suasana kelas lebih akrab, pembelajaran berjalan efektif dan hasil belajar siswa pun meningkat.

Metode tutor sebaya dipandang sebagai salah satu metode yang tepat untuk digunakan karena metode ini membuat siswa berperan aktif. Mereka secara berkelompok dapat mengadakan pembelajaran. Metode tutor sebaya merupakan metode yang memanfaatkan siswa yang memiliki nilai hasil pembelajaran lebih tinggi dibandingkan teman lain sebagai tutor. Yakni untuk membantu teman lainya yang memiliki nilai yang masih berada dibawah kriteria ketuntasan.

Dengan menggunakan tutor yang usianya sebaya dengan siswa maka akan membuat anak lebih leluasa bertanya ketika mengalami kesulitan, dibanding dengan bertanya kepada guru. Karena mereka merasa takut. Selain itu metode ini juga akan memupuk rasa kerjasama yang tinggi dengan teman lainya. (*)