Problem Based Learning dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Oleh: Eka Yuli Ermawati, S.Pd
Guru Kelas SD Negeri Katonsari 1, Kecamatan Demak Kabupaten Demak

KURIKULUM merdeka  pada saat  ini  yang  didesain  sebagai pembelajaran  yang  menyenangkan dan  dapat  mengembangkan  diri dengan  maksimal  (Rahayu  et  al., 2022). Dalam  kurikulum  merdeka belajar  ini  peserta  didik  tidak dibebankan pada  pemberian  materi saja  akan  tetapi  juga  pada pengembangan diri agar lebih kreatif, inovatif  dan  pembelajaran  yang berpihak pada peserta didik. Dengan begitu diharapkan dalam hasil belajar peserta didik dapat meningkat. Peningkatan hasil belajar ini banyak  sekali  faktor  yang mempengaruhi  didalamnya.  Salah satunya adalah cara  penyampaian materi  oleh  guru,  sering  kali  guru menyampaikan materi dengan model ceramah dan tidak menarik perhatian peserta  didik.  Dengan  menentukan strategi dan model pembelajaran yang tepat  maka  diharapkan  mampu meningkatkan  hasil  belajar  peserta didik. Dengan  menggunakan  metode pembelajaran yang tepat  maka  akan mempengaruhi  keberhasilan  proses pembelajaran  (Rahmat,  2018).  Oleh karena  itu,  pembelajaran  di  sekolah baik  di  perkotaan  maupun  di pedesaan  harus  dapat  memberikan model  pembelajaran  agar  dapat meningkatkan  hasil  belajar  peserta didik.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Namun kondisinya setelah observasi di kelas 1 SD Negeri Katonsari 1 Kecamatan Demak Kabupaten Demak, guru masih menggunkan metode ceramah dalam penyampaian materi. Khususnya pada pelajaran  Bahasa Indonesia, guru menyampaikan materi dengan  ceramah.  Sehingga banyak peserta didik  yang  acuh  dan  tidak memperhatikan  penjelasan  guru. Peserta didik juga banyak yang pasif dan kesulitan dalam  menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru. Maka dari itu perlu adanya sebuah inovasi  pembelajaran  dalam menyampaikan  pelajaran  Bahasa Indonesia  yang  terkesan membosankan.

Penggunaan model pembelajaran  Problem  Based Learning  menjadi  salah  satu  pilihan yang  dianggap  tepat  dalam pembelajaran  Bahasa  Indonesia. Keefektifan model  ini adalah peserta didik  lebih  aktif  dalam  berfikir  dan memahami  materi  secara berkelompok (Rahmat, 2018). Dengan adanya kerja kelompok kecil-kecilan dan berdiskusi tentang masalah yang dihadapkan  dan  mencari penyelesaian  masalah  dapat membangun cara berfikir peserta didik (Sugiyanto,  2019).

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Model pembelajaran  PBL  (Problem  Based Learning)  merupakan  pembelajaran penalaran  yang  nyata  atau  konkret dapat  diterapkan  secara komprehensif, sebab pembelajaran ini peserta  didik  dihadapkan  pada sebuah  permasalahan dan  sekaligus memecahkan  masalah  tersebut (Rahmat, 2018).

Model pembelajaran Problem Based Learning ini cocok digunakan dalam mata  pelajaran  Bahasa Indonesia yang awalnya dirasa sangat membosankan.  Hal  ini  dikarenakan dalam model pembelajaran Probelem Based  Learning  peserta  didik diajarkan  untuk  mencari  sebuah permasalahan  dan  memecahkannya sehingga  peserta  didik  lebih  aktif dalam  memahami  sebuah  materi. Pemecahan  masalah  perlu  di  latih secara bertahap.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Melalui model pembelajaran  Problem  Based Learning mampu  meningkatkan  hasil belajar bahasa indonesia.  Model  pembelajaran  PBL  ini menjadikan  peserta  didik  lebih  aktif dalam  pembelajaran,  bekerjasama dalam  menyelesaikan  masalah  pada kelompok dapat melatih kekompakkan dan saling menghargai perbedaan. Peningkatan  hasil  belajar  ini

dibuktikan pada  nilai dan  presentase ketuntasan  peserta  didik kelas I SD Negeri Katonsari 1 Kecamatan Demak Kabupaten Demak. Hal ini terlihat dari antusias dan mudahnya siswa dalam memahami materi. (*)