UMKM  

Menjadi Costume Creator Muda secara Otodidak

APIK: Adhe Sukma Pamungkas (24) menunjukkan hasil karyanya, Rabu (4/1/23). (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

KEGEMARAN menggambar sejak kecil menjadi pintu rejeki di masa muda. Itulah yang dirasakan oleh Adhe Sukma Pamungkas (24) pemuda asal Semarang.

Memulai karirnya sejak lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) tepatnya pada 2017, ia membulatkan tekad menjadi custome creator. Melalui belajar secara otoditak dan memanfaatkan rasa ingin tahunya, kini dirinya bisa dibilang sukses dalam bidang ini.

“Memang sudah suka gambar dari kecil, dan terbawa sampai dewasa. Untuk awal bisa jadi seperti sekarang, awalnya cuma iseng, jadi sembari nunggu interview kerja setelah lulus, saya suka gambar dan saya unggah di sosial media,” ujarnya, Rabu (4/1/23).

Ia menceritakan, karya pertama yang dia buat merupakan pesanan dari seorang mahasiswa semarang yang memberi kepercayaan pada penuh Adhe membuat kostum untuk digunakan saat karnaval. Sempat ragu, namun kepercayaan dari pelanggan pertama itu justru memberi semangat penuh untuk dirinya memulai bidang ini.

Baca juga:  Kebanjiran Order Boneka Unta Tiap Musim Haji

“Nah berawal dari situ, akhirnya ada satu mahasiswa yang ingin dibuatkan kostum karnaval. Awalnya saya tolak karena cuma bisa gambar belum bisa buat langsung, tapi karena dia meyakinkan saya, akhirnya saya buat sebisa mungkin, itu momen pertama kali akhirnya saya buat kostum karnaval,” akunya.

Setelah membuat satu kostum, lanjut Adhe, ia pun mulai mengembangkan hobinya itu. Ia membuat berbagai macam kostum, mulai dari kostum yang simpel hingga kostum yang rumit. Bahan yang ia gunakan pun beragam, dari kostum dari plastik hingga sayur.

“Dari orderan itu, akhirnya saya mulai mengembangkan hobi dan sekaligus mulai saya jadikan bisnis,” katanya.

Baca juga:  Kebanjiran Order Boneka Unta Tiap Musim Haji

Tidak selalu mulus, Adhe mengaku, awal merintis usahanya tersebut, teman, tetangga, bahkan orang tuanya pun sempat meremehkan usahanya. Tapi dengan tekad, usaha, dan konsisten, Adhe pun kini bisa membuktikannya.

Bahkan sejumlah kostum buatan Ande pun pernah memenangkan beberapa kejuaraan, di antaranya Best International Costume di ajang Miss Global 2018, Top 3 Best National Costume Putri Kebudayaan Indonesia 2019, lalu Top 3 Best National Costume Putri Hutan Indonesia 2020, dan Juara 1 Defile Recycle Kategori Senior di ajang Semarang Night Festival 2022.

“Sempat diremehkan, orang tua juga pernah bilang buat kostum kostum kayak gitu buat apa, apa bisa menghasilkan uang, mending cari kerja yang jelas saja gitu. Ya wajar orang tua pengenya anak kerja yang jelas saja. Tapi kata-kata itu saya buat motivasi, dan sekarang saya bisa membuktikan, sekarang orang tua sudah mendukung saya,” ucapnya.

Baca juga:  Kebanjiran Order Boneka Unta Tiap Musim Haji

Kini setelah 5 tahun berkecipung di dunia costume creator, ia mengaku kostum buatannya sudah mulai dikenal banyak orang. Bahkan Adhe sering kebanjiran orderan dan menolak, karena mulai dari mendesain hingga menjahit ia lakukan seorang diri. Bahkan Ia pernah menerima pesanan dari luar negeri, antaranya China, Malaysia, Thailand, dan Taiwan.

“Saya menerima jasa membuat desain, membuat kostum dan sewa kostum. Kalau desain mulai Rp 250 ribu, buat kostum ini harga mulai Rp 4 juta sesuai tingkat kerumitannya, kalau sewa kostum baru itu mulai dari Rp 3 jutaan dan kalau sewa kostum sudah pernah dipakai mulai harga Rp 500 ribu,” tutupnya. (luk/gih)