Integrasi Profil Pelajar Pancasila melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Drumband

Oleh: Eko Lusiyanto, S.Pd.
Guru dan Pembina Ekstrakurikuler Drumband SD N 04 Beji, Kec. Taman, Kab. Pemalang

PROFIL Pelajar Pancasila telah sesuai dengan visi dan misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sebagaimana tertuang dalam dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024.

Selamat Idulfitri 2024

Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dengan enam ciri utama beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif (dikutip dari laman resmi http://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/profil-pelajar-pancasila pada tanggal 7 Januari 2022).

Merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, ekstrakurikuler adalah kegiatan pengembangan karakter. Adapun kegiatan ekstrakurikuler ada dua jenis, yaitu wajib dan pilihan. Ekstrakurikuler wajib adalah kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diselenggarakan oleh satuan pendidikan dan wajib diikuti oleh seluruh peserta didik. Kegiatan ini berbentuk pendidikan kepramukaan, yang diatur khusus dalam Peraturan  Permendikbud RI Nomor 63 tahun 2014.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Ekstrakurikuler pilihan adalah kegiatan ekstrakurikuler yang dapat dikembangkan dan diselenggarakan oleh satuan pendidikan dan dapat diikuti oleh peserta didik sesuai bakat dan minatnya masing-masing. Pilihan bidang yang dikembangkan tiap sekolah akan berbeda-beda seperti eksktrakurikuler seni, olahraga, sains, dan lain-lain.

Kegiatan ekstrakurikuler memiliki fungsi antara lain fungsi pengembangan, fungsi sosial, fungsi rekreatif, dan fungsi persiapan karir. Fungsi pengembangan, yaitu sebagai wahana pengembangan minat dan bakat peserta didik. Fungsi sosial, yaitu sebagai wahana untuk memperluas pengalaman bersosialisasi, praktik keterampilan berkomunikasi, dan internalisasi nilai-nilai karakter.

Fungsi rekreatif, yaitu dilakukan dalam suasana gembira dan menyenangkan, sehingga suasana ini menunjang proses perkembangan potensi/kemampuan personal peserta didik. Adapun fungsi persiapan karir, yaitu sebagai wahana memfasilitasi persiapan peserta didik melalui pengembangan bakat dan minat dalam bidang ekstrakurikuler yang diminati.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Kegiatan drumband merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler pilihan yang ada di SD N 04 Beji. Kegiatan Ekstrakurikuler drumband ini telah ada sejak tahun 2017. Kegiatan drumband memiliki manfaat bagi siswa antara lain meningkatkan keterampilan dan kreatifitas dalam bermain musik dan menumbuhkan kerjasama tim.

Dalam pelaksanaannya, siswa dibagi dalam tiga kelompok, yaitu kelompok perkusi, melodis, dan kelompok penari. Kelompok perkusi merupakan kelompok siswa yang memainkan alat musik seperti senar drum, bass drum, simbal, dan quint tom. Fungsi dari kelompok ini sangat penting yaitu menjaga birama/ ketukan lagu. Kelompok melodis merupakan kelompok siswa yang memainkan alat musik melodis seperti pianika, balera, dan keyboad. Kelompok ini berperan dalam memainkan lagu sesuai dengan notasinya.

Kelompok penari merupakan kelompok pendukung yang mengikuti irama lagu dengan memainkan bendera sesuai dengan lagu yang dimainkan. Ketiga kelompok tersebut dipimpin oleh mayoret untuk mengendalikan jalannya lagu yang dimainkan agar selaras dan seimbang.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Integrasi profil pelajar Pancasila dalam kegiatan Ekstrakurikuler drumband antara lain dalam dimensi mandiri, kreatif, mandiri, dan gotong royong. Dalam dimensi mandiri, siswa menyadari akan perannya masing-masing dalam kelompoknya untuk menjaga irama, birama, dan dinamika lagu agar dimainkan dengan baik. Dalam dimensi kreatif, siswa dituntut untuk kreatif, terampil dan cekatan dalam memainkan alat musik baik melodis maupun perkusi. Adapun dimensi gotong royong ditunjukkan ketika siswa berkolaborasi antar kelompok baik melodis, perkusi maupun penari.

Adanya integrasi profil pelajar Pancasila dalam kegiatan Ekstrakurikuler drumband ini dapat memperkuat pendidikan karakter. Di samping itu menanamkan sikap dan perilaku siswa agar mereka memiliki kompetensi serta menerapkan nilai-nilai yang sesuai dengan Pancasila. (*)