Mengenergikan Nilai Interaksi Pembelajaran di Sekolah Dasar dengan Quantum Teaching

Oleh: Tri Puji Hastuti, S.Pd.SD
Guru SD N Bintoro 5 Demak

PERKEMBANGAN ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan globalisasi secara bersama-sama telah mengakibatkan persaingan yang semakin ketat tentang perlunya penyediaan SDM yang berkualitas. Di sisi lain, segala sesuatu yang berkaitan dengan kualitas SDM tidak bisa terlepas dari dunia pendidikan.

Selamat Idulfitri 2024

Pendidikan dapat dikatakan sebagai usaha sadar memanusiakan manusia atau membudayakan manusia. Pendidikan adalah proses sosialisasi menuju kedewasaan intelektual, sosial, serta moral sesuai dengan kemampuan dan martabatnya sebagai manusia. Bahkan pendidikan diyakini sebagai kunci keberhasilan kompetisi masa depan.

Mengajar tidak lagi dipahami sebagai proses menyampaikan ilmu pengetahuan dari guru ke peserta didik. Melainkan lebih sebagai tugas mengatur aktivitas-aktivitas dan lingkungan yang bersifat kompleks dari peserta didik dalam usahanya mencapai tujuan pembelajaran.

Guru bukanlah satu-satunya sumber belajar. Penerapan pembelajaran yang berpusat pada guru, dimana peserta didik terbiasa menerima ilmu pengetahuan secara instan, menjadikannya kurang aktif dalam menggali ilmu pengetahuan dari berbagai sumber belajar. Sehingga untuk menyiasatinya, perlu ada strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan materi pelajaran dan kemampuan dasar peserta didik.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Strategi pembelajaran yang tepat akan membina siswa untuk berpikir mandiri dan menumbuhkan daya kreativitas sekaligus adaptif terhadap berbagai situasi. Sebab, rendahnya hasil belajar disebabkan karena pembelajaran yang dilakukan belum mencerminkan pembelajaran yang inovatif.

Pembelajaran dilakukan dengan cara guru menyampaikan materi di depan kelas dan siswa memperhatikan penjelasan guru. Guru kurang memberikan contoh penerapan materi pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari atau bahkan mendemonstrasikannya di depan kelas. Hal ini membuat siswa kurang antusias dalam pembelajaran. Sehingga hasil pembelajaran menjadi kurang maksimal.

Quantum ialah interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Sedangkan Quantum Learning ialah pengajaran yang dapat mengubah suasana belajar yang menyenangkan serta mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi mereka sendiri dan bagi orang lain.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Quantum Learning merupakan orkestrasi bermacam-macam interaksi yang di dalam dan sekitar momen belajar. Disebut juga sebagai suatu pembelajaran yang mempunyai misi utama untuk mendesain suatu proses belajar yang menyenangkan yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa. Interaksi-interaksi ini mencakup unsur-unsur untuk belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa.

Quantum Learning ialah kiat, petunjuk, strategi, dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat. Kemudian membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat.

Beberapa teknik yang dikemukakan merupakan teknik meningkatkan kemampuan diri yang sudah populer dan umum digunakan. Namun, Bobbi DePorter mengembangkan teknik-teknik yang sasaran akhirnya ditujukan untuk membantu para siswa menjadi responsif dan bergairah dalam menghadapi tantangan dan perubahan realitas (yang terkait dengan sifat jurnalisme).

Model Quantum Teaching berupaya menumbuhkan minat belajar siswa dengan mengaitkan materi pelajaran (konten) dengan kehidupan sehari-hari (konteks). Quantum Teaching merupakan salah satu cara dalam usaha mengembangkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Quantum Teaching menekankan agar siswa mengetahui dan memahami bentuk nyata dari pembelajaran yang berlangsung dengan bantuan aktivitas yang diberikan guru (Murizal, 2012). Hal tersebut membuat siswa tidak mengkhayal dalam membayangkan suatu konsep materi yang dipelajari. Sehingga siswa mampu mengungkapkan konsep matematikanya dengan bahasa yang benar dan mudah dipahami. Adanya hal tersebut kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dapat dikembangkan.

Quantum Teaching menginteraksi segala komponen di dalam kelas dan lingkungan sekolah untuk dirancang sedemikian rupa. Sehingga semua berbicara dan bertujuan untuk kepentingan siswa. Dengan begitu, siswa dapat mengembangkan diri dan pengetahuannya. Quantum Teaching adalah suatu metode pembelajaran yang menyenangkan dengan interaksi antara guru dan siswa yang terjalin dengan baik. (*)