Tingkatkan Kemampuan Membaca dengan Teknik Penyuka

Oleh: Hidayatur Rofiqoh, S.Pd
Guru Kelas SD Negeri Harjowinangun 1, Kecamatan Dempet Kabupaten Demak

BAHASA Indonesia merupakan bahasa Nasional dan bahasa Negara. Sebagai bahasa Nasional, berfungsi sebagai lambang kebanggaan nasional, alat pemersatu berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasa, pengembang kebudayaan, pengembang ilmu pengetahuan dan teknologi, serta alat perhubungan dalam kepentingan pemerintahan dan kenegaraan. Sebagai Bahasa Negara, berfungsi sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan, pengembang kebudayaan, pengembang ilmu pengetahuan dan teknologi, dan juga sebagai alat perhubungan pemerintah dan kenegaraan, Hal ini diatur dalam UUD 1945 pada pasal 36, yaitu “Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia”.

Selamat Idulfitri 2024

Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis, suatu proses yang menuntut agar kelompok kata yang akan terlihat dalam suatu pandangan dan makna kata-kata secara individual akan dapat diketahui.

Dalam meningkatkan kemampuan membaca pada kelas rendah, menurut Combs ada tiga tahap dalam membaca yaitu 1) tahap persiapan, 2) tahap perkembangan 3) tahap transisi. Indikator kemampuan membaca permulaan mencakup: 1) Kelancaran 2) Ketepatan 3) Pelafalan 4) Intonasi17 dalam hal ini harus kita ajarkan saat dikelas rendah.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Pada dasarnya pentingnya kemampuan membaca seperti yang telah diuraikan, seharusnya pembelajaran membaca mendapat perhatian besar oleh pendidik bahasa Indonesia. Berdasarkan pengamatan pendidik dalam mengajarkan membaca di sekolah dasar, pembelajaran cenderung terfokus pada pengenalan lambang-lambang tulisan, tetapi kurang memperhatikan kecepatan dan kemampuan membaca.

Keberhasilan membaca hanya berdasarkan kemampuan peserta didik mengenal lambang-lambang tulisan tanpa memperhatikan kecepatan membaca yang diperlukan peserta didik dalam menyelesaikan kegiatan membacanya. Bahkan masih ada peserta didik yang membaca lambat, sehingga peserta didik memerlukan waktu untuk membaca suatu bacaan. Hal ini pula yang terjadi di kelas I SD Negeri Harjowinangun 1 Kecamatan Dempet Kabupaten Demak, ditemukan sebagian peserta yang kemampuan membacanya terbilang masih kurang , tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh pendidik itu sendiri. Banyak peserta didik yang belum mammpu membaca lancar masih terbata-bata, masih cenderung individual, belum bisa menentukan suatu kata-kata menjadi kalimat, dan juga masih banyak peserta didik yang membacanya masih lambat dalam memahami suatu kata-kata.

Sedangkan belajar membaca harus difokuskan sejak kelas rendah, dimana seorang peserta didik yang masih kurang dalam kemaampuan membacanya itu akan membuat proses pembelajaran menjadi tidak berjalan dengan baik. Pendidik juga tidak menggunakan suatu teknik membaca yang menarik dalam proses pembelajaran, teknik yang digunakan hanya berpusat kepada pendidik yang membuat peserta didik terkadang merasa jenuh dan bosan dan sulit untuk menentukan suatu kata-kata menjadi kalimat yang benar. Peserta didik yang belajar membaca hanya terpaku pada buku saja tidak suatu yang membuat motivasi mereka dalam membaca, dengan itu peserta didik kurang ingin rasa ingin tahunya.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Pendidik kurang inovatif dalam menggunakan teknik yang bisa diterapkan dalam proses pembelajaran, pendidik hanya mencoba untuk menunjuk peserta didik yang masih belum lancar untuk membaca. Pendidik tidak mengajak peserta didik dengan sebuah teknik yang baru supaya peserta didik itu sendiri mampu dengan kemampuan membaca, pendidik belum mencoba untuk mengubah cara belajar dengan menggunakan suatu teknik.

Supaya dapat belajar membaca dengan baik maka harus ada suatu teknik yang tepat. Secara umum teknik memiliki makna yaitu tindakan nyata yang berbentuk bantuan yang dilakukan demi mendapatkan suatu keinginan. Banyak macam-macam teknik yang dapat kita gunakan untuk belajar membaca di kelas rendah, contohnya yaitu teknik PENYUKA.

Teknik PENYUKA merupakan singkatan dari teknik permainaan menyusun kata dimana teknik memliki pengertian yaitu, teknik merupakan upaya nyata yang dapat digunakan waktu prosedur pembelajaran berlangsung.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Teknik yaitu suatu media yang digunakan bagi pendidik hendak memberikan pengajaran, teknik untuk dipilih harus seseuai dengan kemampuan dan proses pembelajaran itu sendiri. Permainan dalam belajar adalah suatu proses yang menyenangkan bagi peserta didik. Permainan belajar jika dimanfaatkan secara tepat dapat membuat keseriusan untuk menahan, membuang kebosanan pada ruang bersekolah, memajukan teknik membaca, membentuk inspirasi, menggapai tujuan dengan pengetahuan, dan permainan dapat bersifat individu dan kelompok. Permainan menyusun kata memiliki pengertian yaitu permainan yang digunakan istimewa bagi kemampuan membaca. Penerapananya yakni pendidik melafalkan teks bacaan, peserta didik wajib menyusun kata-kata sebagai acuan dalam pembelajaran membaca yang diberikan oleh pendidik. Dan dapat membuat peserta didik lebih aktif dalam menyusun kata- kata yang ada dikalimat itu.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan teknik PENYUKA (Teknik permainan menyusun kata) dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan pelajaran Bahasa Indonesia pada peserta didik kelas I SD Negeri Harjowinangun 1 Kecamatan Dempet Kabupaten Demak. (*)