Tim KKN UNDIP Beri Pelatihan untuk Petani Jambu Kristal di Kelurahan Wates

PROSES: Tim KKN Tematik PPK Ormawa HMD Pertanian UNDIP 2022/2023 memberikan pelatihan untuk para petani jambu kristal di Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan, Kamis (29/12/2022). (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Hasil panen pertanian jambu kristal dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pengaruh hama. Yaitu serangga yang menyebabkan luka pada tanaman sehingga menimbulkan kerusakan/kerugian

Beberapa hama ditemukan oleh petani jambu kristal di Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, yakni walang sangit dan kutu putih.

Selamat Idulfitri 2024

Oleh karena itu, Tim KKN Tematik PPK Ormawa HMD Pertanian UNDIP 2022/2023 memberikan lelatihan teknologi ozon dan cendawan beauveria bassiana untuk Petani di wilayah tersebut.

Pelatihan yang berlangsung pada Kamis (29/12/2022), di Pendopo Agung Kebun Gapuro Kelurahan Wates Semarang ini didampingi oleh dosen pembimbing Agus Subhan Prasetyo, S.P., M.Si. Turut dihadiri pula oleh Ketua Penyuluh BPP Ngaliyan dan seluruh kelompok tani yang ada di wilayah tersebut.

Agus mengungkapkan, penggunaan pestisida yang berlebihan untuk penanganan hama dapat meningkatkan biaya produksi pertanian jambu kristal.

“Kemudian dapat berdampak pada tingginya harga jual jambu kristal,” terangnya.

 

Selain memproduksi dan menjual buah jambu kristal, petani juga meproduksi bibit jambu kristal dengan cara mencangkok dari induk tanaman.

Baca juga:  Tak Bergantung Beras, Pemprov Jateng Dorong Diversifikasi Pangan

Bibit cangkokan menjadi produk yang menjanjikan mengingat rasa buah jambu kristal yang berasal dari Kelurahan Wates memiliki rasa yang manis dan tekstur yang garing.

“Perlakuan cangkokan yang berlebihan pada induk tanaman dapat merusak bentuk pohon induk dan hasil cangkok tidak dapat menyediakan bibit yang relatif banyak,” kata Agus.

Melihat permasalahan yang terjadi, Tim KKN Tematik PPK Ormawa HMD Pertanian UNDIP 2022/2023 melaksanakan sosialisasi dan pendampingan pemanfaatan cendawan Beauveria bassiana untuk penanganan hama serta pemanfaatan teknologi ozon untuk pembibitan benih biji jambu kristal.

Beauveria bassiana merupakan cendawan entomopatogen yang perkembangannya di dalam tubuh serangga, B. bassiana akan mengeluarkan racun yang disebut beauvericin.

Beauvericin mengakibatkan kehilangan koordinasi sistem gerak, sehingga gerakan serangga tidak teratur dan lama-kelamaan melemah, kemudian berhenti sama sekali.

Cendawan ini diaktualisasikan untuk penanganan hama yang menyerang tanaman jambu kristal tanpa menimbulkan efek negatif pada tanaman, lahan, dan aliran irigasi di sekitar tanaman.

Demonstrasi penggunaan cendawan ini diawali dengan mempersiapkan media perbanyakan cendawan, yang terdiri dari komposisi beras dan bekatul.

Baca juga:  10 Orang di Semarang Terjangkit Leptospirosis Ringan

Beras terlebih dahulu dicuci dan direndam semalaman. Selanjutnya ditiriskan dan dicampur bekatul dengan perbandingan 10:1 untuk beras dan bekatul.

Setiap 100 g campuran beras dan bekatul dimasukkan ke dalam plastik dan dikukus selama 1,5 jam untuk tujuan sterilisasi.

Media ditiriskan dan cendawan Beauveria bassiana diinokulasi ke dalam media campuran beras dan bekatul. Media disimpan di tempat yang kurang sinar matahari selama 7-14 hari sampai terlihat miselium.

Untuk pemanfaatan ke tanaman, 100 g media selanjutnya dilarutkan ke dalam air bersih 1 L. Air tersebut disaring ke dalam tangki dan ditambahkan 14 L air bersih.

Selanjutnya dilakukan penyemprotan ke tanaman pada pagi atau sore hari. Untuk serangan ringan dilakukan penyemprotan sekali seminggu.

Sedangkan untuk serangan berat dilakukan penyemprotan dilukan dua kali seminggu. Hasil penyemprotan, nampak hama mati dengan miselium tumbuh pada tubuh serangga.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembenihan jambu kristal dengan pemanfaatan tekologi ozon. Proses perkecambahan benih tanaman diatur oleh hormon asam absisat (ABA) dan asam giberelin (GAs). ABA berfungsi untuk mempertahankan dormansi sementara GAs mendorong perkecambahan.

Baca juga:  Bank Jateng Gandeng Pemprov Jateng Gelar Mudik Asyik 2024

Teknologi ozon yang memproduksi Reactive Oxygen Species (ROS) dapat meberikan dampak signifikan pada perkecambahan benih dengan menganggun pensinyalan ABA dan merangsang pensinyalan GAs. Sehingga memicu perkecembahan benih dan mematahkan dormansi lebih cepat.

Demonstrasi pemanfaatan teknologi ozon diawali dengan penyiapan benih biji jambu kristal dalam wadah tertutup.

Setelahnya dialirkan gas ozon (O3) ke dalam wadah sebanyak 0,07 g. Benih biji jambu kristal kemudian ditanam dalam media tanah serta dilakukan penyiraman pada pagi dan sore setiap hari.

Masa pembenihan tanaman disimpan dengan pengkondisian suhu, kelembaban, dan cahaya matahari. Hal ini dilakukan untuk memperoleh hasil yang optimal.

Semua peserta pelatihan mengikuti seluruh proses pembenihan jambu kristal dengan pemanfaatan ozon serta proses perbanyakan dan pemanfaatan cendawan Beauveria bassiana.

Pelatihan ini diharapkan dapat memberi manfaat untuk para petani, agar melakukan pengendalian hama dan melakukan pembibitan benih dari biji jambu kristal. (hms/mg4)