Internalisasi Perilaku Jujur Siswa SD dengan Penerapan Nilai Karakter PKn

Oleh: Utiyah, S.Pd.
Guru SDN 01 Kaliprau, Kec. Ulujami Kab. Pemalang

PENDIDIKAN merupakan sebuah upaya menjadikan peserta didik memiliki akhlak yang baik untuk masa depan suatu bangsa. Generasi muda menentukan arah masa depan suatu bangsa. Hal ini sejalan dengan pendapat Awalia Marwah Suhandi dan Dini Anggraeni Dewi (2021), bahwa kunci dari pembentukkan suatu bangsa yang baik terletak pada sikap menjunjung tinggi penerapan Pancasila oleh generasi mudanya.

Selamat Idulfitri 2024

Pendidikan di Indonesia tidak kekurangan peserta didik yang cerdas, namun kekurangan peserta didik yang berperilaku jujur. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya permasalahan terkait perilaku jujur, contohnya adalah kebudayaan menyontek. Perilaku seperti ini harus dihentikan dan diminimalisir, demi kemajuan pendidikan di Indonesia. Menurut Anugrahening Kushartanti (2009), pendidik harus menanamkan rasa percaya kepada peserta didik dalam pembelajaran.

Para guru harus mengubah pemikiran siswa. Karena sejatinya nilai dari kertas ulangan itu tidak akan memengaruhi masa depan, namun akhlak yang sesuai dengan pendidikan karakterlah yang dapat menuntun menuju kesuksesan. Menurut T Heru Nurgiansah (2021), penerapan nilai-nilai yang ada pada pancasila akan menciptakan pendidikan yang menjunjung tinggi kejujuran di atas segalanya.

Dalam pendidikan kewarganegaraan terkandung nilai-nilai karakter bangsa yang termuat dalam pendidikan karakter sebagai berikut. Pertama, perilaku taat. Adalah bersikap tunduk dan patuh kepada arahan sang pencipta. Kedua, perilaku tenggang rasa. Pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dapat membuat peserta didik memiliki rasa empati dan saling tolong menolong terhadap satu dengan yang lainnya. Ketiga, perilaku cinta tanah air, yang menjadi ciri khas pelajaran ini dipelajari di sekolah dasar.

Keempat, perilaku disiplin disiplin. Yakni bagaimana peserta didik dapat menjalani kehidupannya sesuai dengan aturan yang berlaku dimana peserta didik tinggal. Misalnya ketika guru memberikan aturan tidak boleh telat, maka murid harus menaati peraturan tersebut untuk terciptanya perilaku disiplin. Kelima, perilaku bekerja sama. Yaitu mampu berdiskusi dan mampu menempatkan dirinya sejajar dengan yang lain. Keenam, perilaku jujur. Materi pendidikan kewarganegaraan memuat sebuah konsep yang mudah dipahami oleh peserta didik dan mampu memberikan stimulus untuk senantiasa berperilaku jujur dalam perkataan dan tindakan yang telah dilakukannya.

Menurut Ina Magdalena, Ahmad Syaiful Haq, dan Fadlatul Ramdhan (2020), materi dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan mengandung konsep mengedepankan perilaku moral yang mampu berfikir dengan logika. Pendidik harus mampu mengusai metode pembelajaran dalam pendidikan kewarganegaraan. Ciri dari paradigma baru mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan adalah membentuk siswa yang dapat mengetahui masalahnya sendiri. Kemudian melatih siswa menganalisis permasalahnya, serta membantu mereka menemukan solusi yang tepat bagi suatu permasalahannya.

Pendidikan karakter adalah salah satu wujud nyata adanya mata pelajaran PKn di SD. Adapun manfaatnya adalah menjadikkan siswa sebagai masyarakat baik, memunculkan kesadaran akan pentingnya hak dan kewajiban warga negara. Kemudian membentuk jiwa nasionalisme dan patriotisme yang tinggi, serta menerapkan perilaku hidup jujur.

Pengajaran Pkn adalah salah satu solusi yang strategis untuk menerapkan perilaku hidup jujur dilingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat. Dengan memperhatikan beberapa konsep materi yang dikaji dalam pembelajaran ini, guru dan peserta didik dapat menerapkan perilaku hidup jujur yang berkeadilan di lingkungan sosialnya.

Pembelajaran PKn menyediakan keleluasaan menyampaikan pemikirannya untuk senantiasa berguna dan bermanfaat bagi orang banyak. Menanamkan sifat jujur pada peserta didik, dapat mengurangi perilaku kurang baik ketika dewasa kelak. Jujur pada diri sendiri lah yang menjadikan kunci bagi kesuksesan hidup. Setelah mampu jujur kepada diri sendiri, peserta didik dapat mengimpementasikan pikirannya untuk melakukan sikap jujur. Karena sejatinya jujur itu sebuah perbuatan yang indah. (*)