Penggunaan Metode Jarimatika dalam Proses Perkalian

Oleh: Wahudi, S.Pd.
Guru SDN 02 Sokawangi, Kec. Taman, Kab. Pemalang

PADA hakikatnya, pendidikan dasar memiliki tujuan untuk mengembangkan siswa yang berkomitmen, bertakwa, kreatif dan inovatif serta mempersiapkan mereka untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Mata pelajaran matematika adalah ilmu dasar yang memainkan peran penting dalam pendidikan. Pembelajaran matematika juga diperlukan bagi siswa sekolah dasar untuk mengembangkan keterampilan berpikir logis, analitis, kreatif, serta menumbuhkan kemampuan untuk berkolaborasi. Untuk mencapai kemampuan tersebut, siswa harus dibekali dengan kemampuan untuk memperoleh, mengelola dan memanfaatkan informasi. Yakni agar dapat bertahan dalam kondisi yang berubah, tidak pasti, dan kompetitif.

Akan tetapi, pelajaran matematika menjadi momok bagi sebagaian besar siswa yang menganggap mata pelajaran ini sulit. Banyak soal matematika yang sulit dipecahkan oleh siswa. Apalagi jika pertanyaannya melibatkan pemahaman suatu konsep. Sebagian besar siswa saat mengerjakan soal masih merasa bingung. Terutama tentang pemahaman konsep perkalian.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Oleh karena itu, seorang guru atau pendidik harus mampu menerapkan metode, strategi, atau pendekatan yang memungkinkan siswa menguasai matematika dengan baik. Penerapan strategi atau pendekatan yang tepat akan mempengaruhi pembelajaran matematika sebagaimana yang ditetapkan dalam kurikulum.

Belajar merupakan proses dimana seseorang berusaha untuk memperoleh perubahan baru dalam perilaku secara keseluruhan sebagai hasil dari pengalamannya sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungan (Slameto, 2010). Peran seorang guru atau pendidik sebagai guru atau pendidik yang profesional dalam proses belajar siswa diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Peran tersebut sangat kompleks dan tidak terbatas pada interaksi edukatif di dalam kelas. Dalam proses belajar mengajar, guru atau pendidik berperan sebagai manajer, evaluator, konselor, dan peran lainnya sesuai dengan kemampuannya.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Penulis dalam pelaksanaan proses pembelajaran matematika di kelas 3 SDN 02 Sokawangi untuk mencapai tujuan pembelajaran, salah satunya menggunakan metode jarimatika. Meskipun hanya menggunakan jari tangan, tapi kita dapat melakukan operasi bilangan perkalian, pembagian, penambahan dan pengurangan (KaBaTaKu) sampai bilangan ribuan. Bahkan bisa lebih. Dengan metode jarimatika ini, menurut penulis, sangat mudah diterima anak. Dalam mempelajarinya juga sangat mudah. Penggunaannya pun dengan jari tangan siswa itu sendiri, sehingga tidak repot membawa alat. Bahkan saat ujian, siswa tidak pelu khawatir alatnya disita atau ketinggalan karena selalu dibawa kemana-mana.

Penulis berpendapat bahwa metode jarimatika tidak menghilangkan konsep operasi matematika. Akan tetapi penggunaan metode jarimatika akan mampu membuat proses berhitung menjadi lebih mudah dan cepat. Penggunaan metode ini mungkin dianggap sebagai metode yang primitif, tetapi metode ini mudah diterima oleh siswa dan mudah dilakukan. Selain itu jarimatika juga menyenangkan, praktis, mudah, dan ekonomis, karena hanya menggunakan jari tangan siswa. Untuk siswa dengan pemahaman yang lemah atau inteligensi yang buruk, metode ini dapat digunakan. Sehingga siswa merasa menjadi dirinya sendiri dalam proses pembelajaran matematika.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Dalam penggunaan metode ini, langkah-langkah yang penulis lakukan adalah sebagai berikut. Pertama, mengajak siswa untuk menarik nafas secara pelan-pelan kemudian hembuskan dengan secara pelan juga. Kedua, ajaklah siswa untuk bergembira. Misalnya dengan menyanyi bersama. Ketiga, kenalkan lambang-lambang yang diguankan pada metode jari tangan ini, untuk nilai satuan dan untuk nilai puluhan.

Keempat, mengajak siswa selalu bergembira dan berusaha tidak memaksa anak untuk menghafal lambang bilangan. Kelima, mendemontrasikan penggunaan jarimatika dan menunjukkan contoh jari tangan yang menunjukkan angka/bilangan tertentu. Keenam, mempraktekan operasi perkalian secara sederhana. (*)