Hasil Belajar IPA Sekolah Dasar lebih Baik dengan Model Pair Checks

Oleh: Margo Putro, S.Pd.SD.
Guru SD N 2 Sawal, Kec. Sigaluh, Kab. Banjanegara

SEKOLAH pada dasarnya berperan untuk membuat orang mengambil bagian dalam kolaborasi yang layak dalam iklim umum untuk membuat kapasitas mereka yang sebenarnya. Triwiyanto (2015, p. 23) berpendapat bahwa pelatihan adalah pekerjaan yang dapat mendorong upaya untuk memberikan peluang yang terorganisir untuk pertumbuhan sebagai formal pengajaran, non-formal, lebih jauh lagi santai di sekolah, serta lebih jauh lagi di luar sekolah yang bertahan selamanya mengarah pada peningkatan kapasitas individu.

Selamat Idulfitri 2024

Pembelajaran IPA adalah salah satu bentuk pengetahuan dalam adanya suatu proses mengamati dari beberapa gejala alam dan benda yang secara menerus, yang telah tersusun secara atur, rasional, dan obyek yang berlaku umum. Berupa kumpulan dari hasil ilmiah yang hasilnya ada beberapa yakni fakta-fakta, prinsip, teori, hukum, konsep, serta faktor yang semuanya telah dipilih untuk menjelaskan dan mengetahui berbagai gejala alam.

Fakta dalam kegiatan belajar yang berlangsung saat proses pembelajaran IPA terlihat guru hanyalah menggunakan pendekatan konvesional. Siswa kurang terlibat dengan pengalaman pendidikan dan kurang siap untuk menyelidiki dan menangani data, mengejar pilihan yang tepat, dan mengatasi masalah. Siswa juga belum berkontribusi dalam menentukan konsep sendiri.

Upaya untuk mengembangkan pemahaman siswa adalah dengan memanfaatkan strategi yang tepat selama pembelajaran. Instruktur harus memiliki pilihan untuk mengatur kelas pembelajaran dengan prosedur pembelajaran yang menyenangkan. Salah satu strategi bermanfaat yang dipilih adalah pasangan benar-benar melihat jenis yang bermanfaat.

Pembelajaran menyenangkan pair checks adalah salah satu jalur percakapan, dimana siswa diminta untuk bekerja dua per dua dan menerapkan rencana permainan dari pair check untuk mengatasi masalah yang ada dalam pengalaman yang berkembang. Model pembelajaran pair checks (pasangan mengecek) adalah model yang dimana peserta didik saling bergabung dan mengurusi soal-soal yang telah diberikan oleh pendidik. Dalam model pembelajaran ini, pendidik hanya menjadi inspirasi dan fasilitator latihan belajar siswa (Brilliant, 2017, p. 2). Model pembelajaran ini juga dapat mempersiapkan siswa untuk memiliki rasa kebersamaan, partisipasi, dan kemampuan untuk memberikan penilaian. Model ini diharapkan dapat melatih kemampuan siswa untuk secara akurat mengkomunikasikan pemikiran, perenungan, pertemuan, dan kesimpulan. Model pair checks membuat siswa untuk barter penilaian dan saling memberi ide. Maka dari itu, pair checks adalah model yang cocok untuk di terapkan kepada siswa. Karena siswa dapat belajar sambil berinteraksi dengan temannya, jadi tidak membuat siswa menjadi gampang bosan.

Pembelajaran IPA sering kali membuat siswa menjadi bosan karena materi yang sangat banyak dan juga membuat siswa kurang mengerti. Dengan model pair checks, siswa dapat mengikuti pembelajaran IPA dengan baik serta memiliki kemampuan pemahaman yang baik. Lalu memiliki kecapakan pemahaman termasuk ke dalam aspek kognitif dan memiliki beberapa indikator yang perlu diketahui oleh siswa secara umum.

Sintak pembelajaran pair check adalah bekerja berpasangan, pembagian peran partner dan pelatih. Kemudian pelatih memberi soal, partner menjawab pengecekan jawaban, bertukar peran, penyimpulan, dan evaluasi. Tipe pair check memiliki kelebihan tersendiri, yaitu sebagai berikut. Pertama, meningkatkan kerjasama antar siswa. Kedua, peer tutoring. Ketiga, meningkatkan pemahaman atau konsep dan atau proses pembelajaran. Keempat, melatih siswa untuk berkomunikasi dengan baik sesama teman sebangku. Sementara itu, metode ini juga memiliki kekurangan utama karena metode tersebut membutuhkan waktu yang lama atau cukup memadai. Selain itu kesiapan siswa untuk menjadi pelatih atau partner yang jujur dan memahami soal dengan baik. (*)