Menggelorakan Pembelajaran di Sekolah Dasar dengan Round Table

Oleh: Yuli Setiawan, S.Pd.SD
Guru SD Negeri 1 Randegan, Kec. Sigaluh, Kab. Banjarnegara

POLA pembelajaran kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka menuntut peserta didik untuk berperan aktif dalam proses belajar mengajar. Sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang mendukung tercapainya tujuan tersebut. Dalam hal ini guru harus mampu merencanakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Pembelajaran inovatif dapat dicapai dengan penggunaan metode, model, dan media yang sesuai dengan materi pembahasan.

Fakta di lapangan, banyak hal yang kurang mendukung dalam frame pembelajaran yang berkesinambungan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya peserta didik terkadang sulit memahami penjelasan yang telah diajarkan oleh guru. Peserta didik jarang terlibat dalam pembelajaran di kelas, serta mudah bosan terhadap pembelajaran. Sehingga kurang memperhatikan gurunya yang sedang menyampaikan materi di depan kelas. Selain itu, hal ini disebabkan oleh kemampuan guru yang masih menggunakan model konvensional pada saat proses pelaksanaan pembelajaran di kelas.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Guru masih menganggap peserta didik sebagai objek, bukan sebagai subjek dalam pembelajaran. Sehingga guru dalam proses pembelajaran masih mendominasi aktivitas belajar. Peserta didik hanya menerima informasi dari guru secara pasif dan sulit bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan sosial dan interpersonal. Hal itu menyebabkan kurang meningkat serta rendahnya hasil belajar.

Salah satu upaya mengatasi permasalahan ini, guru harus mampu merancang model pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik. Guru harus kreatif dalam mendesain model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik dapat berpartisipasi, aktif, kreatif terhadap materi yang diajarkan. Dalam mempersiapkan pembelajaran, guru harus memahami karakteristik materi pelajaran, karakteristik murid atau peserta didik, serta memahami metodologi pembelajaran. Dengan begitu, proses pembelajaran akan lebih variatif serta inovatif dalam merekonstruksi wawasan pengetahuan dan implementasinya. Sehingga akan meningkatkan aktivitas dan kreativitas serta hasil belajar peserta didik.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Berdasarkan hasil temuan di atas, maka diperlukan suatu tindakan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran menggunakan round table. Menurut Krissandi,dkk (2017: 37), round table adalah model yang mengedepankan suatu kerja sama dalam mengungkapkan gagasan dengan kalimatnya sendiri. Untuk tulisan bersama, tulisan yang cocok untuk jenis ini adalah tulisan kreatif (cerpen, puisi, drama) dan beberapa tulisan faktual (narasi, deskripsi, dan lainnya).

Sedangkan menurut Huda (2011: 141), dalam kegiatan round table atau keliling kelompok, masing-masing anggota kelompok berkesempatan untuk memberikan konstribusi mereka dan mendengarkan pandangan anggota yang lain. Adapun kelebihan dari model ini yaitu adanya partisipasi untuk memberikan konstribusi serta mendengarkan pandangan dan pemikiran anggota dan interaksi antar peserta didik. Kemudian melatih peserta didik berpikir secara alternatif dalam mengungkapkan kalimatnya sendiri dengan bekerja sama. Selain itu, manfaat round table bagi guru yaitu dapat melibatkan seluruh peserta didik untuk berperan aktif duduk melingkar dengan anggotanya untuk menuliskan ide. (*)