Solusi Belajar Matematika Sekolah Dasar dengan Bingo

Oleh: Kuat Supriyanto, S.Pd.SD
Guru SDN 1 Bandingan, Kec. Sigaluh, Kab. Banjanegara

SALAH satu tujuan nasional yang ingin dicapai dalam pembangunan sebagaimana tercantum dalam pembukaan undang-undang dasar alinea keempat adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi harus ditunjang oleh kemampuan pemanfaatan, pengembangan dan penguasaan teknologi.

Selamat Idulfitri 2024

Salah satu usaha untuk meningkatkan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dasar adalah dengan meningkatkan kemampuannya dalam bidang matematika. Matematika bukanlah suatu bidang studi yang sulit dipelajari, asalkan strategi penyampaiannya tepat dengan kemampuan yang mempelajarinya. Namun, banyak siswa yang kurang dalam kemampuan berhitung dan guru dijadikan sebagai tumpuan permasalahan.

Beberapa permasalahan yang ditemukan dari hasil observasi pendahuluan yaitu sebagai berikut. Pertama, tingkat kemampuan siswa kelas dalam berhitung yang masih rendah. Kedua, kurang tersedianya media pembelajaran matematika yang mendukung terjadinya proses belajar mengajar yang menyenangkan siswa. Ketiga, kurangnya kreativitas guru dalam penyampaian pembelajaran matematika. Keempat, perhatian siswa tidak terfokus dengan mata pelajaran, karena pada usia ini siswa masih ingin bermain dengan teman sebangkunya.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Untuk mengatasai permasalahan yang muncul pada uraian diatas, maka perlu mengeksplorasi pembelajaran yang lebih energik dengan menggunakan media bingo. Media bingo ini dapat digunakan siswa sekolah dasar untuk mempermudah belajar matematika. Dengan bermain, siswa lebih mudah dalam belajar dan pada akhirnya dapat meningkatkan kemampuan berhitung. Bingo adalah media belajar yang menarik bagi siswa serta cocok untuk belajar matematika, serta dapat menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan.

Media permainan yang berbentuk persegi dimana titik tekan dalam permaianan adalah membentuk garis mendatar, tegak, atau diagonal. Kemenangan dalam permaianan diperoleh dari terbentuknya garis mendatar, tegak, maupun diagonal. Beberapa bahan yang dibutuhkan dalam penggunaan media bingo adalah kertas karton yang berwarna merah dan hijau yang berisi jawaban.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Masing-masing kartu bingo terdiri dari 24 sel dalam matrik 5 kali 5 (sel tengah bebas). Sebanyak dua buah kartu yang berisi soal atau pertanyaan yang warnanya disesuaikan dengan kartu bingo. Setelah mendapatkan penjelasan tata cara menggunakannya, siswa mempraktekkan sendiri media tersebut dengan cara menjawab pertanyaan yang ada. Kemudian jawabannya dicocokkan dengan papan media bingo yang sudah terisi.

Adapun langkah-langkah pembelajaran metode bingo review (Silberman, 2009: 255) sebagai berikut. Pertama, guru menyusun 25 pertanyaan dan jawabannya sesuai dengan materi yang diajarkan. Setelah itu, membuat 2 buah kartu yaitu kartu yang berisi pertanyaan dan kartu bingo yang berisi jawaban. Kedua, guru menyampaikan kompetensi dasar yang akan dicapai. Ketiga, guru menjeleskan materi sebagai mana mestinya.

Keempat, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompok beranggotakan dua orang, kemudian menjelaskan tata cara permainan. Kelima, guru membagikan kartu soal dan kartu bingo. Keenam, guru meminta siswa untuk mengerjakan dan memilih jawaban pada kartu bingo dengan cara menyilang salah satu sel yang berisi jawaban. Ketujuh, guru memberikan instruksi jika tiap kelompok telah menjawab minimal lima jawaban yang benar dalam sebuah deretan sel (horizontal, vertical, maupun diagonal), harus meneriakkan kata “bingo” kemudian permainan dilanjutkan. Kedelapan, jika semua sel pada kartu bingo tersilang maka permainan berakhir dan guru mengarahkan siswa untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Kelebihan dari permainan bingo yaitu dapat melatih siswa untuk bekerja sama dengan temannya, dapat mengahargai pendapat orang lain. Lalu siswa lebih aktif pada saat pembelajaran dan suasana pembelajaran yang berlangsung juga lebih hidup. Selanjutnya guru mampu mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. (*)