Meningkatkan Kemampuan Siswa Membuat Topeng dengan Media Tanah Liat

Oleh: Sulistyowati, S.Pd. SD.
Guru SDN 4 Mangunejo, Kec. Pulokulon, Kabupaten Grobogan

PELAJARAN seni budaya dan prakarya (SBDP) mencakup tentang kajian olah tangan dan cita rasa keindahan. Aktivitas dan cita rasa keindahan tertuang dalam kegiatan berekspresi, bereksplorasi, berkreasi dan berapresiasi melalui bahasa rupa, bunyi, gerak, dan karya. Mencakup tentang gagasan seni, keterampilan berkarya, serta apresiasi dengan memperhatikan konteks sosial budaya masyarakat. Pada kerajinan dan teknologi, selain hal-hal di atas, juga memperhatikan tentang jenis, bentuk, fungsi, dan aspek tema.

Selamat Idulfitri 2024

SBDP diberikan di sekolah karena keunikannya. Kemudian kebermaknaan dan kebermanfaatan terhadap kebutuhan perkembangan peserta didik, yang terletak pada pemberian pengalaman estetik. Yakni dalam bentuk kegiatan berekspresi/berkreasi dan berapresiasi melalui pendekatan belajar dengan seni, belajar melalui seni, dan belajar tentang seni. Peran ini tidak dapat diberikan oleh mata pelajaran lain.

SBDP memiliki peranan dalam pembentukan pribadi peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai multi kecerdasan. Pembelajaran SBDP mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar. Standar kompetensi merupakan kompetensi yang harus dikuasai siswa melalui proses pembelajaran.

Alat peraga sangat dibutuhkan oleh guru dan siswa dalam pembelajaran. Yakni sebagai alat bantu dalam pembelajaran yang memiliki fungsi yang jelas. Hal itu diperlukan utuk memperjelas, memudahkan siswa memahami konsep/prinsip atau teori, dan membuat pesan kurikulum yang akan disampaikan kepada siswa agar lebih menarik. Dengan begitu, motivasi belajar siswa meningkat dan proses belajar dapat lebih efektif dan efisien.

Salah satu indikator dalam pelajaran SBDP di SD adalah membuat topeng dengan berbagai bahan dan teknik. Topeng merupakan salah satu ragam gambar bentuk yang termasuk salah satu unsur seni rupa Nusantara. Berupa tiruan wajah atau tokoh dengan karakter tertentu. Topeng dipasang di wajah, dan bermanfaat untuk menampilkan suatu tokoh dalam pentas tari. Seorang penari yang menggunakan topeng tertentu hendaknya menyesuaikan dengan karakter topeng yang dikenakan.

Di pulau Jawa, banyak terdapat pengrajin topeng. Selain di pulau Jawa, di pulau Bali dan beberapa pulau di Indonesia juga ada topeng. Topeng biasanya terbuat dari bahan kayu, namun ada juga yang terbuat dari bahan gypsum dan bubur kertas. Menggambar suatu topeng bukan hal yang mudah dan membutuhkan keahlian tersendiri. Sebelum menggambar topeng, kita harus tahu karakter tokoh yang diwakili topeng tersebut. Karena karakter tokoh mempengaruhi bentuk wajah topeng, warna topeng, serta bentuk mata, hidung, dan mulut. Jadi dengan melihat topeng itu diharapkan penonton bisa tahu karakter tokoh yang diperankan.

Sebelum dilaksanakan penelitian, hasil belajar mata pelajaran SBDP siswa SD Negeri 4 Mangunejo, khususnya membuat topeng dengan berbagai bahan dan teknik, ternyata hasilnya rendah. Mungkin disebabkan oleh belum dimanfaatkannya alat peraga dalam pembelajaran. Peneliti menggunakan metode ceramah, dengan menjelaskan materi tanpa membawa contoh-contoh bentuk topeng. Kemudian siswa disuruh membuat topeng datar. Ternyata siswa mengalami kesulitan.

Berdasarkan hal tersebut, maka perlu penelitian lebih lanjut. Dengan demikian diharapkan kemampuan siswa dalam berkarya topeng meningkat. Hasil rata-rata nilai karya topeng juga meningkat, sehingga ketuntasan belajar yang diharapkan dapat tercapai.

Dalam perbaikan pembelajaran yang akan peneliti lakukan adalah menggunakan model topeng timbul dari tanah liat sebagai upaya membantu siswa dalam berkarya topeng. Alasan penggunaan model topeng timbul dari tanah liat adalah tanah liat ada di sekitar kita, mudah didapat tanpa biaya, dan bisa menerapkan belajar sambil bermain. (*)