Meningkatkan Pemahaman Operasi Hitung Bilangan Bulat dengan Model Pembelajaran Kooperatif

Oleh: Abdul Azis, S.Pd.
Guru Matematika SMPN 3 Belik, Kab. Pemalang

PEMBELAJARAN matematika dikelas 7 sekolah menengah tentang bilangan sebenarnya sudah biasa, karena matematika memang menyangkut bilangan. Namun dengan berkembangnya suatu bilangan, peserta didik mengalami kesulitan pada penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan bulat.

Pada operasi hitung bilangan bulat positif, peserta didik bisa mengerjakan dengan mudah karena sudah pernah dipelajari ketika duduk disekolah dasar. Kesulitan peserta didik adalah ketika mengerjakan operasi hitung pada bilangan bulat negatif, karena mereka harus memperhatikan betul bilangan yang ada.

Ketika mengerjakan operasi hitung penjumlahan bilangan bulat, jika kedua bilangan bertanda sama (keduanya bilangan positif atau kedua bilangannya negatif), jumlahkan kedua bilangan tersebut. Hasilnya berilah tanda sama dengan tanda kedua bilangan. Jika kedua bilangan berlawanan tanda (bilangan positif dan bilangan negatif), kurangi bilangan yang bernilai besar dengan bilangan yang bernilai lebih kecil tanpa memperhatikan tanda. Hasilnya, berilah tanda sesuai bilangan yang bernilai lebih besar.

Pada pengurangan bilangan bulat, mengurangi dengan suatu bilangan sama artinya dengan menambah dengan lawan pengurangannya. Lawan bilangan positif adalah bilangan negatif dan juga begitu sebaliknya. Hasil dari pengurangan dua bilangan bulat, juga menghasilkan bilangan bulat. Demikian dapat dikatakan bahwa pada operasi pengurangan bilangan bulat berlaku sifat tertutup.

Hasil perkalian dua bilangan bulat dapat ditentukan berdasarkan tanda dari bilangannya. Hasil kali bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif akan menghasilkan bilangan bulat negatif. Hasil kali antara dua bilangan negatif akan selalu menghasilkan bilangan bulat positif. Jika semua bilangan dikalikan dengan nol, akan selalu menghasilkan nol. Semua bilangan bulat dikalikan dengan 1 akan menghasilkan bilangan itu sendiri. Dalam hal ini, angka 1 disebut faktor pengidentifikasi dalam perkalian.

Operasi pembagian merupakan kebalikan adari operasi perkalian dan pembagian juga dapat diartikan sebagai operasi hitung yang mencari suatu faktor jika hasil kali dan faktor lain diketahui. Pembagian bilangan bulat mempunyai aturan sebagai berikut. Hasil pembagian bilangan bulat yang bertanda sama adalah bilangan bulat positif, hasil pembagian dua bilangan bulat yang bertanda berbeda tanda adalah bilangan bulat negatif.

Untuk memahamkan materi operasi hitung bilangan bulat kepada peserta didik dikelas 7, penulis menggunakan model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif adalah rangkaian pembelajaran yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Slavin dalam Isjoni (2009:15) mendefinisikan pembelajaran kooperatif sebagai suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok kelompok kecil secara kolaboratif. Dimana anggotanya lima orang, dengan struktur kelompok heterogen.

Sedangkan Sunal dan Hans dalam Isjoni (2009:15) mengemukakan, pembelajaran kooperatif merupakan suatu cara pendekatan atau serangkaian strategi yang khusus dirancang untuk memberi dorongan kepada siswa agar bekerja sama selama proses pembelajaran. Menurut `Shatl dalam Isjoni (2009:15), pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan pembelajaran siswa lebih baik dan mengingkatkan sikap saling tolong-menolong dalam perilaku sosial.

Pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar (Sugianto, 2010:37). Anita Lie (2007: 29) mengungkapkan bahwa model pembelajaran cooperative learning tidak sama dengan sekedar belajar dalam kelompok.

Setelah mempelajari materi operasi hitung bilangan menggunakan pembelajaran kooperatif, peserta didik bisa belajar dengan dengan mudah. Terutama dalam mengerjakan tugas belajar yang disampaikan oleh guru. Mereka bisa bekerja sama dalam menyelesaikan tugas, berfikir bersama dari perserta didik yang sudah memahami dengan yang belum memahami. Atau diberi tugas masing-masing untuk menyelesaikan tugas sesuai kemampuannya. (*)