Tingkatkan Kompetensi Guru dengan Supervisi Akademik Karakteristik Materi Ajar

Oleh: Margo Putro, S.Pd.SD.
Kepala SD N 2 Sawal, Kec. Sigaluh, Kab. Banjarnegara

KOMPETENSI guru merupakan kombinasi kompleks dari pengetahuan, sikap, keterampilan, dan nilai-nilai yang ditunjukkan oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Guru sebagai pendidik profesional memiliki tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi  peserta didik. Yakni pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (PP No 74 Tentang Guru, Pasal 1 Ayat 1).

Menurut Satori (2002), pembelajaran di kelas merupakan core business. Jantung kegiatan sekolah dan pendidikan pada umumnya karena di sana peserta didik seharusnya  mendapatkan layanan belajar dan jaminan mutu hasil pendidikan. Maka, guru mempunyai tugas dan tanggung jawab sangat berat terhadap kemajuan dan peningkatan prestasi siswa. Namun, kenyataan yang terjadi dengan guru-guru SD Negeri Sidomulyo 2 dalam mengelola proses pembelajaran, hanya mengandalkan metode ceramah dan pemberian tugas.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Masih ditemukan guru yang belum menerapkan model pembelajaran yang mengaktifkan siswa. Tanggung jawab peningkatan mutu pendidikan di sekolah, sebenarnya dibebankan kepada guru, namun kualitas pembelajaran yang dilakukan guru secara umum kurang optimal. Hal ini terlihat dari prestasi siswa di SD Negeri Sawal Kec. Sigaluh, Kab. Banjarnegara. Pada hasil ujian  sekolah (US) untuk kelas 6, serta ulangan akhir Semester (UAS) dan ulangan kenaikan kelas (UKK) untuk kelas 1 s.d 5, nilai rata-rata prestasi siswa masih ada yang di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM).

Dalam kegiatan pembelajaran di kelas, guru kurang memiliki perencanaan yang matang, dengan tidak membuat perangkat pembelajaran dan tidak menggunakan media/alat peraga. Dalam proses belajar mengajar, guru hanya menggunakan metode ceramah dan tugas untuk semua materi ajar, sehingga yang aktif hanya guru. Sedangkan siswa pasif. Guru tidak mencoba inovasi-inovasi baru dengan menggunakan model pembelajaran yang mengaktifkan siswa.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Guru kurang disiplin dalam hal waktu. Terutama saat datang dan pulang, dan meninggalkan ruang kelas saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Dari beberapa permasalahan tersebut, yang harus segera ditangani adalah dalam hal penerapan model pembelajaran yang sesuai karakteristik materi ajar. Yakni agar tidak berlarut-larut dan berdampak pada rendahnya prestasi siswa. Banyaknya permasalahan itu, kepala sekolah belum melaksanakan supervis akademik secara terprogram.

Supervisi akademik merupakan salah satu tugas kepala sekolah dalam membina guru melalui fungsi pengawasan. Kegiatan ini merupakan solusi yang kami pilih  untuk mengatasi permasalahan yang ada dengan pendekatan kolaboratif dan teknik individual. Yakni meliputi kunjungan kelas, observasi kelas, pertemuan individual, dan menilai diri sendiri. Supervisi akademik dilakukan kepala sekolah dengan harapan guru dalam kegiatan  pembelajaran akan menyiapkan perangkat pembelajaran secara lengkap. Kemudian dapat merangsang aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran sesuai karakteritik materi ajar. Prestasi belajar siswa bisa meningkat, karena supervisi berarti pembinaan kepada guru ke arah perbaikan dalam mengajar.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Supervisi akademik merupakan upaya membantu guru-guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran, (Daresh, 1989). Menurut Glickman, et al. 2007, Supervisi akademik tidak terlepas dari penilaian kinerja guru dalam mengelola pembelajaran. Supervisi akademik dilakukan dengan pendekatan kolaboratif dan teknik individual. Yaitu meliputi kunjungan kelas, observasi kelas, pertemuan individual, dan menilai diri sendiri. Upaya tersebut dapat membantu guru meningkatkan kompetensinya dalam penerapan model pembelajaran yang sesuai karakteristik materi ajar.

Melalui bimbingan berkelanjutan, kompetensi guru akan semakin optimal. Penerapan strategi pembelajaran aktif yang tepat dapat meningkatkan disiplin guru. Aktivitas siswa bagus, terjadi proses belajar mengajar  (PBM) yang baik, menyenangkan, dan berkualitas. Dengan begitu, pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi siswa sesuai yang diharapkan. (*)