Kendal  

Beri Ide Kreatif: Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajak PKK Ikuti Pelatihan Memasak Nugget Sehat

KOMPAK: Ibu-Ibu anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Margosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal bersama mahasiswa KKN MIT ke-15 UIN Walisongo usai mengadakan pelatihan memasak Nugget Sehat. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-15 posko 14, Universitas Islam Negeri Walisongo (UIN) Semarang mengadakan pelatihan memasak dengan menginovasikan menu bertajuk Nugget Sehat. Yakni dengan mengajak Ibu-Ibu anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Margosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal pada Minggu, (29/01).

Mahasiswa KKN UIN Walisongo memanfaatkan agenda rutinan PKK sebagai sarana sosialisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta menumbuhkan keterampilan memasak masyarakat setempat, melalui menu Nugget Sehat. Berlokasi di rumah kepala Dusun Suropadan, Nur Chalim, di Desa Margosari.

Penanggungjawab pelatihan memasak dari tim KKN UIN Walisongo, Muhammad Fikri Ardiansyah menjelaskan, pemilihan menu Nugget Sehat ini didasarkan pada keengganan anak-anak mengkonsumsi sayur-sayuran. Untuk mengakali itu, Fikri mengkombinasikan beberapa jenis sayuran ke dalam menu nugget, yaitu wortel dan kembang kol.

Baca juga:  Jaga Kebersihan Lingkungan, Mahasiswa KKN Posko 117 UIN Walisongo Lakukan Kerja Bakti Bersama PKK dan Perangkat Desa Rejosari

“Tujuannya itu memberika solusi kepada ibu-ibu yang mempunyai anak, apabila kesusahan makan sayur. Makanya campur ke nugget biar mau makan,” jelas mahasiswa jurusan matematika murni ini.

Selama pelatihan berlangsung, anggota PKK bersama mahasiswa KKN nampak antusias mengamati proses pembuatan Nugget Sehat yang di pandu oleh Devisi Kewirausahaan yang beranggotakan Novita, Mufti, dan Fikri sendiri.

Sebelum pelatihan memasak dimulai, Fikri dan kawan-kawan telah mempersiapkan nugget yang sudah jadi dan bahan mentah untuk praktek langsung. Fikri mengatakan, Nugget siap makan turut dibawa guna meminimalisir waktu acara.

“Kita dikasih waktu itu setengah jam. Alhadulillah ternyata waktunya nyukup untuk masak Nugget di sana,” ungkap mahasiswa asal Jakarta ini.

Baca juga:  Cegah Stunting, KKN Posko 39 UIN Walisongo Bersama Tim Medis Jalankan Pemeriksaan Gratis di Desa Pesawahan

Bahan mentah terdiri dari daging ayam yang sudah dihaluskan, kembang kol, wortel, telur, dan tepung panir. Untuk Kembang kol sendiri sebetulnya dapat digantikan dengan Brokoli sesuai selera.

Bahan-bahan tersebut dipersiapkan dengan rapih ke dalam empat styrofoam box berukuran sedang, beserta bumbu masakan seperti garam, bawang putih, bawang merah, bawang bombai, bawang goreng, tepung terigu, tepung tapioka, gula pasir, dan juga kaldu jamur.

Hasil dari nugget ini berbentuk kotak mungil, seperti ukuran sepetak coklat. Dari bentuk itu Fikri dan teman-teman dapat menyelesaikan Nugget Sehat hingga 70 buah lebih.

Pelatihan memasak ini berjalan lancar tanpa kendala apapun. Ibu-ibu PKK pun mencicipi hasil Nugget Sehat yang masih panas usai dari penggorengan. Fikri menjelaskan, selama proses pelatihan, ia dan teman-temannya memasak dengan dua loyang yang berbeda. Loyang pertama dengan komposisi 500 gram, dan loyang kedua 250 gram.

Baca juga:  KKN Posko 133 UIN Walisongo Terjun Langsung Bantu Warga Bangun Saluran Irigasi di Desa Wonosari

Berdasarkan pengakuan anggota PKK yang menyicipi, mereka berkomentar bahwa loyang pertama secara tekstur dan rasanya sudah pas. Sedangkan loyang kedua masih perlu sedikit koreksian lagi dari segi takaran bumbu.

“Yang pertama katanya rasanya udah pas dari takaran garemnya. Kalau pembuatan kedua itu masih kurang garem,” singkat Fikri.

Terakhir, Fikri mengabarkan, acara pelatihan masak selanjutnya akan dilaksanakan oleh tim KKN UIN Walisongo posko 14 pada 9 Februari mendatang. Setelah membawakan menu Nugget Sehat, lebih lanjut, menu pelatihan yang akan dibawakan adalah bahan jagung sebagai olahan utama pembuatan pudding. (*/mg4)