Value Clarification Technique Tumbuhkan Minat Belajar PPKn

Oleh: Nur Casmiyati, S.Pd.
Guru SDN 04 Klareyan, Kec. Petarukan, Kab. Pemalang

PENDIDIKAN pancasila dan kewarganegaraan (PPKn) menjadi salah satu muatan pelajaran pokok dalam pendidikan jenjang sekolah dasar. Pelajaran ini mempunyai tujuan dan ruang lingkup membentuk siswa yang cerdas dan berkarakter. Salah satu hal yang dapat dilakukan guru adalah dengan memanfaatkan media pembelajaran yang dibutuhkan sebagai sarana pendukung proses belajar, selain sebagai transformasi belajar secara konvensional atau tatap muka (ceramah) di dalam kelas.

Pembelajaran merupakan proses tindakan yang diupayakan oleh guru untuk terjadinya proses belajar sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. Sasaran akhirnya adalah siswa belajar. Untuk itu, guru dapat memfasilitasi terjadinya proses belajar. Sehingga interaksi yang terjadi dalam kegiatan belajar mengajar bisa bervariasi.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Selama ini metode pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajaran PPKn masih didominasi oleh metode ceramah. Karena dianggap paling sederhana dan mudah dalam menyampaikan informasi. Namun jika diterapkan pada anak seusia sekolah dasar, sering kali membuat bosan siswa.

Keahlian guru dalam memilih dan menerapkan suatu strategi dan metode yang digunakan dalam proses pembelajaran akan sangat menentukan keberhasilan mencapai tujuan. Salah satu tugas pendidik adalah memilih strategi pembelajaran untuk membantu siswa mencapai kompetensi yang diinginkan. Banyak model dan strategi yang dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Namun tidak semua strategi tersebut cocok untuk mengajarkan semua materi pelajaran dan untuk semua siswa. Strategi tersebut harus dipilih dengan cermat agar dapat digunakan secara optimal dalam kegiatan pembelajaran.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Menurut Ngalimun (2012:27), model pembelajaran adalah suatu rancangan atau pola yang digunakan sebagai pedoman pembelajaran di kelas. Salah satu cara yang dapat dijadikan teknik mengajar guru kelas VI di SD Negeri 04 Klareyan Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang yaitu dengan model pembelajaran vantiq. Yaitu kepanjangan dari model value clarification technique. Model tersebut memiliki arti tipe percontohan sebagai alternatif tindakan untuk pemecahan masalah.

Vantiq adalah model pembelajaran yang melibatkan dan mengikutsertakan perasaan siswa. Langkah-langkah pembelajaran menggunakan metode ini adalah sebagai berikut. Pertama, mencari atau membuat stimulus berupa contoh keadaan atau perbuatan yang memuat nilai-nilai kontras sesuai dengan topik atau tema. Guru merakitnya dalam bentuk cerita yang mampu menyentuh hati nurani anak.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Kedua, melontarkan stimulus melalui pembacaan oleh guru, dan memberikan kesempatan beberapa saat anak berdialog sendiri atau dengan sesama. Kemudian melaksanakan dialog terpimpin melalui pertanyaan guru. Ketiga, menentukan argumen dan klarifikasi pendirian, lalu pembahasan argumen bersama-sama, dan keempat menyimpulkan.

Langkah-langkah tersebut dapat disesuaikan dengan mata pelajaran serta kondisi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan. Sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal. Diharapkan model vantiq ini dapat meningkatkan prestasi belajar, dapat meningkatkan keaktifan dan membentuk karakter siswa, serta pemahaman siswa dapat tercapai secara maksimal. (*)