Pembelajaran Scramble Tingkatkan Hasil Belajar PKn

Oleh: Siti Komariyah,S.Pd.SD
Guru SDN 01 Ambowetan, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang

PEMBELAJARAN merupakan kegiatan belajar mengajar, dimana didalamnya terdapat interaksi antara pendidik dengan peserta didik. Terjadi pula proses transfer ilmu yang telah dikuasai oleh pendidik sebelumnya. Menurut Hamzah B. Uno dan Nurdin Mohammad (2011), pembelajaran adalah suatu usaha yang melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum.

Pembelajaran adalah proses tindakan yang diupayakan guru untuk agar proses belajar sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. Sasaran akhirnya adalah siswa belajar. Untuk itu, guru dapat memfasilitasi terjadinya proses belajar. Sehingga interaksi yang terjadi dalam kegiatan belajar mengajar bervariasi. Dalam pembelajaran, siswa dituntut untuk aktif. Tanpa adanya keaktifan siswa dalam belajar, maka proses pembelajaranpun hampir tidak terjadi. Maka dari itu, guru diharapkan dapat membangkitkan kreativitas anak.

Pendidikan dan kewarganegaraan (PKn) merupakan salah satu mata pelajaran pada jenjang sekolah dasar (SD). Bertujuan untuk mengembangkan rasa sikap nasionalisme yang cinta terhadap bangsa dan negara, serta dapat mengamalkan nilai-nilai pancasila sebagai pedoman hidup. PKn merupakan pembelajaran yang membahas tentang pengembangan kemampuan peserta didik agar dapat tumbuh menjadi warga negara yang baik (good citizen). Salah satu aspek yang dibahas dalam PKn yaitu tentang cara berpikir kritis dan kreatif.

Guru dituntut untuk kreatif, profesional, dan menyenangkan. Yakni untuk memiliki kemampuan mengembangkan dan memilih metode pembelajaran yang efektif. Oleh karena itu, guru kelas VI SD Negeri 01 Ambowetan Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang menerapkan model pembelajaran scramble pada pelajaran PKn. Menurut Suhani (Asih, 2013:33), scramble adalah model pembelajaran yang bersifat aktif. Yaitu menuntut siswa aktif bekerja sama menyelesaikan kartu soal untuk memperoleh poin bagi kelompok mereka. Model pembelajaran ini dapat membuat siswa mudah menemukan jawaban karena siswa mempunyai perannya masing-masing.

Model pembelajaran scramble mempunyai macam-macam bentuk, di antaranya scramble kata. Yakni sebuah permainan menyusun kata dan huruf yang telah dikacaukan, sehingga membentuk suatu kata tertentu yang bermakna. Kemudian scramble kalimat. Yakni sebuah permainan menyusun kalimat dari kata-kata acak. Bentuk kalimat hendaknya logis, bermakna, tepat, dan benar. Lalu scramble wacana. Yakni sebuah permainan menyusun wacana logis berdasarkan kalimat-kalimat acak. Hasil susunan wacana hendaknya logis dan bermakna.

Langkah-langkah pembelajaran scramble yaitu sebagai berikut. Pertama, guru menyiapkan bahan dan media yang akan digunakan dalam pembelajaran. Kedua, media yang digunakan berupa kartu soal dan kartu jawaban. Ketiga, peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. Keempat, kelompok berdiskusi untuk mengerjakan soal dan menyusun jawaban yang masih acak susunannya. Kelima, mencocokkan kartu soal dan jawaban.

Dengan menerapkan model pembelajaran scramble, dampak positifnya adalah siswa menjadi lebih aktif, berani mengemukakan pendapat dan aktif berdiskusi. Selain itu mampu meningkatkan kerja sama secara kooperatif untuk mengerjakan tugas, serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa. (*)