Rangka Manusia dan Fungsinya dengan Examples Non Examples

Oleh: Sripatmi, S.Pd.SD
Guru SDN 01 Pesantren, Kec.Ulujami, Kab.Pemalang

BELAJAR adalah memperteguh kelakuan melalui pengalaman. Belajar merupakan suatu proses dan kegiatan, bukan suatu hasil atau tujuan. Pengertian belajar menurut Bell-Gredler dalam Udin S Winataputra (2007:1.5) adalah proses yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan aneka ragam kompetensi, keterampilan, dan sikap. Sedangkan menurut Ratna Willis Dahar (1989:11), belajar adalah suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman.

Selamat Idulfitri 2024

Belajar merupakan kegiatan wajib yang dilakukan oleh setiap pelajar di sekolah pada waktu pembelajaran. Aktivitas belajar merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan seseorang dalam proses usahanya memperoleh suatu bentuk peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap. Kemudian kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan lain-lain yang akan menghasilkan suatu perubahan tingkah laku.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Pendidikan termasuk penyampaian ilmu pengetahuan dilakukan. Tujuannya agar bisa menjadi pedoman bagi seluruh kegiatan dalam sistem pendidikan. Pendidikan mengalami kemajuan selaras dengan perkembangan sumber daya manusia di dalamnya. Sebab, sumber daya manusia merupakan komponen penting dalam pendidikan. Perkembangan pendidikan juga dipengaruhi oleh proses pembelajaran yang dikontrol oleh sumber daya manusia, yaitu guru.

Keahlian guru dalam memilih dan menerapkan suatu strategi dan metode yang digunakan dalam proses pembelajaran akan sangat menentukan keberhasilan mencapai tujuan. Salah satu tugas pendidik adalah memilih strategi pembelajaran untuk membantu siswa mencapai kompetensi yang diinginkan. Banyak model dan strategi yang dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Namun tidak semua strategi tersebut cocok untuk semua materi pelajaran dan untuk semua siswa. Strategi harus dipilih dengan cermat agar dapat digunakan secara optimal dalam kegiatan pembelajaran.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Guru kelas IV SDN 01 Pesantren, Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang menerapkan model pembelajaran examples non examples. Yakni pada pelajaran IPA materi Rangka Manusia dan Fungsinya. Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran kooperatif yang melibatkan aktivitas seluruh siswa. Sehingga membuat siswa tidak mudah bosan dan sangat menyenangkan bagi siswa.

Langkah-langkah model pembelajaran examples non examples adalah sebagai berikut. Pertama, guru mempersiapkan alat peraga rangka manusia lengkap sesuai dengan tujuan pembelajaran. Kedua, guru meletakkan alat peraga rangka manusia untuk diperhatikan dan diamati siswa. Ketiga, guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan dan menganalisis rangka manusia.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Keempat, siswa melakukan diskusi kelompok dua hingga tiga anak. Kemudian hasil diskusi dari pengamatan rangka manusia dicatat pada kertas. Kelima, setiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. Keenam, berdasarkan hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Ketujuh, membuat kesimpulan dipandu oleh guru.

Dengan menerapkan model pembelajaran examples non examples, diperoleh beberapa manfaat. Yaitu siswa memperoleh pengalaman belajar kelompok yang lebih menyenangkan, guru dapat mengembangkan pembelajaran dengan menarik, serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa. (*)