Opini  

Dampak Psikologis Media Digital

Aulia Bintang Salsabilla K.
SMA 1 Semarang

TANTANGAN berkembangnya media digital menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi bangsa Indonesia untuk tetap bisa membangun karakter pada setiap generasi calon pemimpin bangsa ke depannya. Terlebih, media digital dengan mudahnya didapatkan oleh siapa saja, memberikan akses yang tidak terbatas pada siapa pun, bahkan remaja dan anak-anak. Media digital inilah permulaan masuknya berbagai hal yang bisa mengubah perilaku manusia.

Selamat Idulfitri 2024

Permasalahannya, semakin maju teknologi membuat generasi muda menjadi cerdas secara kognitif namun lemah secara afektif. Ketrampilan menggunakan literasi digital bagi remaja sangat tinggi. Media digital masa kini selalu menjadi hal utama yang banyak digunakan masyarakat terutama di remaja, di mana semua media digital membuat remaja banyak mengeksplor semua hal hal baru. Mereka dapat menemukan banyak hal baik positif maupun negatif, karena tidak semua informasi itu benar atau sesuai dengan kenyataannya dan tidak semua informasi itu memberikan nilai baik untuk kita. Jadi sebagai remaja sekarang kita harus pintar dalam memilih informasi.

Salah satu yang tampak pada keseharian, di mana mem-bully, menghina dengan terang-terangan di media sosial, perilaku kekerasan, hingga karakter seksual menyimpang tak lagi menjadi hal yang tabu atau bahkan malu untuk diperlihatkan. Tanpa disadari media digital yang demikian membuat pada remaja dan banyak penggunanya menjadi manusia yang manipulatif, seolah-olah tidak sesuai dengan kenyataannya.

Pemahaman literasi digital yang buruk akan berpengaruh pada psikologis anak dan remaja yang cenderung menghina orang lain, menimbulkan sikap iri terhadap orang lain, mengakibatkan depresi, terbawa arus suasana hati terhadap komentar negatif, serta terbiasa berbicara dengan bahasa kurang sopan. Untuk menjadi pengguna media digital yang baik kita sebagai remaja harus dapat mengkontrol diri diri kita sendiri, membatasi, menyaring semua informasi yang kita dapat dari media tersebut. Dalam hal positif kita dapat meniru menjadikan sebagai motivasi dalam diri kita, dan dalam hal negatif kita dapat melihat bahwa kita tidak boleh melakukannya.

Oleh karena itu, penguatan karakter kebangsaan dan akhlak yang baik sedari dini, sejak di lingkungan keluarga sangat perlu ditekankan. Jangan sampai dengan kemajuan teknologi ini, kepintaran dan ketrampilan remaja menggunakan media digital malah membuat manusia jadi bodoh. (*)