Senangnya Belajar Menulis dengan Metode Scramble Pada Siswa Kelas 1

Oleh: Sa’diyah, S.Pd
Guru SDN 01 Wiyorowetan, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang

BAHASA merupakan media interaksi atau komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Bahasa dapat digunakan untuk mengungkapkan ide, konsep, perasaan, dan pesan kepada orang lain. Kita mengenal dua jenis komunikasi. Yaitu komunikasi lisan dan tertulis. Menulis dan membaca adalah komunikasi tertulis. Sedangkan berbicara dan mendengarkan merupakan komunikasi lisan.

Siswa yang kemampuan bahasa yang kurang mengalami kesulitan mengejar ketinggalan dalam pembelajaran. Siswa diharapkan memiliki keterampilan berbahasa yang lengkap. Tidak dapat dikatakan siswa mampu berbahasa yang lengkap, apabila hanya
terampil menyimak, berbicara, mendengarkan, dan membaca, tetapi tidak terampil menulis. Untuk itu, keterampilan menulis harus benar-benar diperhatikan terutama di sekolah dasar.

Ternyata kemampuan menulis pada mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas 1 SDN 01 Wiyorowetan masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari nilai ulangan harian mata pelajaran bahasa Indonesia tentang menulis, terdapat banyak siswa perolehan nilai kemampuan menulis di bawah KKM. Sebagian besar siswa kelas 1 belum mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah, yaitu 75. Rata rata hasil belajar mata pelajaran bahasa Indonesia pada aspek menulis baru mencapai 66 % dari 25 siswa. Hanya ada 12 siswa (48%) yang mendapat nilai diatas KKM. Sedangkan 13 siswa (52%) belum tuntas atau tidak mencapai KKM.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Untuk menumbuhkan motivasi siswa agar ketrampilan menulisnya meningkat, diperlukan suatu pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan bergairah dalam belajar. Model pembelajaran kooperatif scramble adalah pembelajaran secara berkelompok dengan mencocokkan kartu pertanyaan dan kartu jawaban yang telah disediakan sesuai dengan soal (Fadmawati, 2009). Sedangkan menurut Soeparno (1998:60), metode scramble adalah salah satu permainan bahasa. Pada hakikatnya, permainan bahasa merupakan suatu aktivitas untuk memperoleh keterampilan tertentu dengan cara menggembirakan.

Harjasurjana dan Mulyati dalam Rahayu (2007) mengemukakan bahwa Istilah scramble dipinjam dari bahasa Inggris yang berarti perbuatan, pertarungan, perjuangan. Istilah ini digunakan untuk sejenis permainan kata. Dimana permainan menyusun huruf huruf yang telah diacak susunannya menjadi suatu kata yang tepat.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Model pembelajaran scramble adalah salah satu metode pembelajaran kooperatif yang mengajak siswa untuk mencari jawaban terhadap suatu pertanyaan yang berbentuk permainan. Yaitu dengan cara menyusun huruf-huruf yang disusun secara acak, baik berupa kata, kalimat ataupun paragraf sampai membentuk suatu jawaban tepat dan benar. Model pembelajaran scramble digunakan untuk meningkatkan konsentrasi, mengembangkan wawasan, serta melatih kecepatan dan ketepatan berpikir peserta didik.

Dalam pembelajaran metode dengan menggunakan model scramble dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa. Model pembelajaran ini membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Dikarenakan siswa dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, pembelajaran menggunakan model scramble dapat meningkatkan kemampuan menulis dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan keterlaksanan belajar siswa yang meningkat selama proses pembelajaran.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Peningkatan presentase hasil belajar pun terlihat, yaitu siswa yang memperoleh hasil diatas KKM sebanyak meningkat menjadi 22 siswa (88%) dari 25 siswa. Sedangkan yang dibawah KKM sebanyak 3 siswa (12%). Peningkatan hasil dari pembelajaran sebelumnya, yaitu 48% (12 siswa) telah meningkat menjadi 88% (22 siswa). Dengan perolehan hasil tersebut, berarti indikator keberhasilan ketrampilan menulis siswa dengan metode scramble dapat tercapai dengan baik. Sehingga tujuan belajar dapat tercapai dengan baik. (*)