Strategi Role Playing, Hewan dan Tanaman di Sekitarku

Oleh: Sri Sugiyarti, S.Pd.SD.
Guru SDN 01 Pesantren, Kec. Ulujami, Kab.Pemalang

PEMBELAJARAN adalah proses dimana adanya interaksi antara guru dan peserta didik dalam proses menyampaikan dan menerima materi pembelajaran. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar dalam proses pembelajaran adalah faktor strategi. Pada sistem pembelajaran saat ini, peserta didik dituntut untuk lebih aktif daripada guru. Maka guru harus memilih strategi pembelajaran yang inovatif dan kreatif.

Selamat Idulfitri 2024

Pembelajaran adalah proses tindakan yang diupayakan guru untuk agar proses belajar sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. Sasaran akhir adalah siswa belajar. Untuk itu, guru dapat memfasilitasi terjadinya proses belajar. Sehingga interaksi yang terjadi dalam kegiatan belajar mengajar bervariasi.

Keahlian guru dalam memilih dan menerapkan suatu strategi dan metode yang digunakan dalam proses pembelajaran akan sangat menentukan dalam keberhasilan mencapai tujuan. Salah satu tugas pendidik adalah memilih strategi pembelajaran untuk membantu siswa mencapai kompetensi yang diinginkan. Banyak model dan strategi yang dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Namun tidak semua strategi tersebut cocok untuk mengajarkan semua materi pelajaran dan untuk semua siswa. Strategi tersebut harus dipilih dengan cermat agar dapat digunakan secara optimal dalam kegiatan pembelajaran.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Pada pembelajaran mengenai Hewan dan Tanaman di Sekitarku, guru kelas I SD Negeri 01 Pesantren Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang, menerapkan strategi role playing. Menurut bahasa, role playing (bermain peran) dapat diartikan sebagai suatu cara penguasaan bahan-bahan melalui pengembangan dan penghayatan yang dilakukan oleh peserta didik. Yakni dengan memerankan sebagai tokoh hidup atau benda mati. Kegiatan memerankan ini dapat membuat peserta didik lebih meresapi perolehannya.

Bermain peran adalah salah satu proses belajar mengajar yang tergolong dalam metode simulasi. Metode simulasi adalah suatu cara pengajaran dengan melakukan proses tingkah laku secara tiruan. Dengan demikian, pembelajaran bermain peran merupakan salah satu strategi pembelajaran yang diarahkan pada upaya pemecahan masalah-masalah yang berkaitan dengan hubungan antar manusia. Terutama yang menyangkut kehidupan sekolah, keluarga, maupun perilaku masyarakat sekitar peserta didik.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Langkah-langkah strategi role playing adalah sebagai berikut. Buat satu permainan peran dimana guru akan mendemonstrasikan perilaku yang diinginkan. Informasikan kepada kelas bahwa guru akan memainkan peran utama dalam bermain peran ini. Pekerjaan siswa adalah membantu guru berhubungan dengan situasi. Mintalah relawan siswa untuk bermain peran menjadi orang lain dalam situasi ini. Guru memberi catatan pembukaan untuk dibaca guna membantunya atau membawa masuk pada peran.

Mulailah bermain peran, tetapi berhentilah pada interval yang sering dan mintalah kertas untuk memberi feedback dan arah seperti kemajuan skenario. Siswa diminta memberikan garis khusus bagi guru untuk digunakan. Teruskan bermain peran sampai siswa secara meningkat melatih guru dalam bagaimana menangani situasi. Hal ini memberikan siswa latuhan keterampilan ketika guru melakukan peran yang sebenarnya untuk peserta didik.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Kelebihan dalam penerapan pembelajaran dengan strategi role playing ini adalah dapat memberikan kesan dengan kuat dan tahan lama dalam ingatan peserta didik. Kemudian memberi pengalaman yang menyenangkan bagi peserta didik juga memberi pengetahuan yang melekat dalam memori. Lalu membuat kelas menjadi dinamis dan antusias, serta membangkitkan semangat optimisme dalam diri peserta didik. Sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. (*)