Metode Drill Mudahkan Belajar Membaca Al-Qur’an

Oleh: Nurul Hidayati S.Ag
Guru PAI SMP N 3 Belik, Kec. Belik, Kab. Pemalang

AL-QUR’AN merupakan kitab suci umat Islam yang menjadi pedoman dalam menetapkan dasar segala hukum. Baik yang menyangkut hubungan antara hamba dengan Allah SWT, maupun hubungan antara hamba dengan sesama. Dengan demikian, seorang muslim seharusnya dapat membaca Al-Qur’an dengan fasih dan tartil. Bagi peserta didik yang mengikuti kegiatan di Taman Pendidikan AL-Qur’an (TPQ) di tempat tinggal mereka, mungkin bisa dengan mudah membaca Al Qur’an. Tetapi peserta didik yang tidak pernah mengikutinya pasti akan merasa kesulitan. Disinilah peran guru agar dapat mengajarkan siswanya untuk membaca Al Qur’an.

Selamat Idulfitri 2024

Namun banyak guru yang dalam menyampaikan materi pelajaran kurang menarik dan terlalu cepat. Sehingga peserta didik dalam memahami dan menguasai materi masih kurang, ditunjukkan dengan nilai yang diperoleh siswa cenderung rendah. Hal ini juga terjadi di kelas VII Semerster I TP 2022/ 2023 SMP N 3 Belik. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi tentang membaca Q.S. An-Nisa ayat 59. Dalam menyampaikan materi pelajaran penggunaan metode yang tepat sangat mempengaruhi dalam proses belajar mengajar. Guru dapat menggunakan metode drill dalam meningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik.

Dalam kegiatan belajar mengajar, guru tidak harus terpaku dengan menggunakan satu metode. Tetapi guru sebaiknya dalam penggunaan metode yang bervariasi tidak akan menguntungkan kegiatan belajar mengajar. Disinilah kompetensi guru diperlukan dalam pemilihan metode yang tepat (Djamarah Syaiful B. & Zain Aswan, 2010:46)

Dengan penggunaan metode drill atau disebut latihan, dimaksudkan untuk memperoleh ketangkasan atau keterampilan latihan terhadap apa yang dipelajari. karena dengan hanya melakukannya secara praktik, suatu pengetahuan dapat disempurnakan dan disiap-siagakan (Usman Basyirudin, 2002:55). Hal ini senada dengan pendapat Suwana (2006) yang menyatakan bahwa pembelajaran drill adalah cara mengajar dengan memberikan latihan berulang-ulang mengenai apa yang telah diajarkan guru. Sehingga siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan tertentu. Sejalan dengan pernyataan tersebut, Bahri (2010:88) menyebut metode drill adalah suatu cara pembelajaran yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu, juga sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan baik.

Langkah-langkah dalam pengunaan metode drill dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di antaranya yaitu guru dapat menyampaikan materi tentang membaca Q.S. an-Nisa ayat 59. Kemudian menjelaskan materi secukupnya tentang bacaan tajwid dan makhorijul huruf. Selanjutnya guru membentuk siswa menjadi empat hingga lima kelompok yang masing-masing siswa diwajibkan membawa buku paket. Setiap kelompok akan di drill bacaan Al-Qur’an Q.S An-Nisa ayat 59 secara berulang-ulang. kemudian diberikan arahan untuk mencari bacaan tajwid dalam           Q.S. An-Nisa ayat 59 yang telah dibaca.

Adapun penggunaan metode drill untuk pertemuan selanjutnya, guru dapat mereview pelajaran yang kemarin sampai benar-benar siswa tersebut menguasai bacaan dalam Al-Qur’an. Di samping itu, guru dapat memandu siswanya untuk tadarus bersama tiap kelompok dan mengacak kelompok yang pandai dan mencampur kelompok yang rendah. Dengan tujuan agar guru bisa mengetahui mana kelompok yang kurang dalam membaca Al-Qur’an. Guru juga dapat memberikan arahan kepada teman yang memiliki kemampuan lebih agar memberi arahan pada teman yang lain dalam membaca Al-Qur’an.

Metode ini diakui banyak mempunyai kelebihan diantaranya pertama, untuk mencari kecerdasan atau kecakapan motorik. Seperti menulis, melafalkan huruf dan kata-kata. Kedua, untuk memperoleh kecakapan mental. Ketiga, untuk memperoleh kecakapan dalam bentuk asosiasi. Keempat, pembentukan kebiasaan yang dilakukan selama pembelajaran dapat menambah ketetapan serta kecepatan pelaksanaan. Dengan adanya penggunaan metode drill, siswa lebih tertarik terhadap materi pembelajaran dan merasa lebih diperhatikan oleh guru. (*)