Mudahnya Belajar Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan melalui Kartu Pecahan

Oleh: Trisnowati, S.Pd.SD
Guru SDN 03 Karangbrai, Kec. Bodeh, Kab. Pemalang

MUATAN pelajaran matematika untuk siswa kelas rendah sangatlah penting. Karena itu akan menjadi dasar bagi siswa untuk tahap ke tingkatan yang lebih tinggi lagi. Pembelajaran matematika di kelas rendah adalah pembelajaran awal, dimana siswa harus diajarkan benda-benda yang konkret dulu, setelah itu ke benda yang abstak. Karena, dengan benda yang konkret, siswa akan memahami dan guru bisa menanamkan konsep matematika kepada siswa.

Selamat Idulfitri 2024

Mengajar bukan hanya menstranfer ilmu pengetahuan kepada siswa. Tetapi juga kegiatan guru dalam membimbing dan memfasilitasi siswa guna menemukan pengetahuan dan pengalaman belajar. Secara umum, kegiatan pembelajaran dapat dinyatakan berhasil apabila guru dalam menyampaikan setiap pembelajaran, siswa dapat memahami dan menguasai konsep yang diberikan.

Adapun keberhasilan siswa terhadap materi pelajaran dinyatakan dalam bentuk nilai. Ketidakberhasilan siswa terhadap materi pelajaran dan rendahnya antusias siswa dalam belajar terbukti pada hasil perolehan nilai ulangan. Masalah yang dihadapi kelas I SDN 03 Karangbrai adalah rendahnya hasil belajar pada materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Banyak siswa yang nilainya di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). Rendahnya kemampuan siswa dalam mengenal konsep bilangan pecahan disebabkan karena kegiatan belajar yang dilakukan kurang bervariasi. Oleh karena itu, sebuah tindakan komunikatif diperlukan untuk dapat menghasilkan pemahaman yang baik terhadap pembelajaran. Karena masih banyak siswa yang kebingungan dalam mengerjakan soal yang diberikan oleh guru. Dalam mengatasi pembelajaran ini, saya menggunaan media alat peraga, yaitu kartu pecahan. Kartu pecahan ini sangatlah cocok digunakan karena dapat dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan.

Menurut Latuheru (1988), media pembelajaran adalah bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam belajar mengajar. Dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna. Di samping itu juga mempunyai manfaat yang besar dalam memudahkan siswa mempelajari materi pelajaran. Sedangkan kartu pecahan sendiri merupakan media pembelajaran matematika yang dapat membantu siswa untuk memahami materi bilangan pecahan. Kartu pecahan juga bisa dilengkapi dengan gambar yang disukai siswa dan terdapat kata-kata motivasi, sehingga siswa menjadi semangat untuk belajar.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Penggunaan alat peraga ini sebenarnya tidaklah begitu sulit. Langkah pertama guru memperkenalkan besaran pecahan masing-masing kartu pecahan pada siswa. Setelah siswa memahami dengan benar, siswa bisa mencoba menggunakannya untuk menghitung penjumlahan maupun pengurangan bilangan pecahan. Salah satu contoh cara menghitung penjumlahan suatu bilangan pecahan yaitu misalnya pada soal 1/4 + 2/4. Siswa mengambil kertas karton yang dipotong menjadi 4 bagian (sesuai angka pembagi pada soal). Untuk menjawab soal, siswa mengambil satu lembar kertas karton/warna dan kemudian ditambahkan tiga lembar kertas karton. Selanjutnya siswa menghitung lembar kertas karton/warna yang sudah dikumpulkan untuk menemukan jawaban soal. Setiap kertas karton yang diambil untuk menjawab soal tadi diarsir, sehingga terlihat jawaban soalnya.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan menggunakan media kartu dapat meningkatkan daya pikir dan meningkatkan prestasi belajar. Sebab, dengan belajar melalui permainan, dapat membuat suasana lingkungan belajar menjadi senang dan suasana kondusif. Terbukti, siswa kelas I SDN 03 Karangbrai, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media kartu pecahan. Dengan permainan media ini, minat, motivasi, dan hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan juga semakin meningkat. (*)