8.563 Panwaslu Desa di Jateng telah Dilantik

SUASANA: Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji anggota panwaslu di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan di seluruh Jawa Tengah (Jateng) telah melantik Panwaslu Kelurahan/Desa untuk pemilu 2024. Sebanyak 8.563 orang telah diangkat sebagai anggota Panwaslu Kelurahan/Desa pada 5 dan 6 Februari 2023 lalu.

Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Jawa Tengah Gugus Risdaryanto mengatakan, pelantikan dilakukan di kecamatan masing-masing. Ia menyebut, jumlah anggota Panwaslu Kelurahan/Desa sudah mewakili seluruh wilayah yang ada di Jateng.

Selamat Idulfitri 2024

“Kami berharap kepada Panwaslu Kelurahan/Desa yang telah dilantik pada 5 dan 6 Pebruari 2023 segera menyesuaikan diri untuk melaksanakan tugas-tugas pengawasan pemilu. Apalagi, saat ini tahapan juga akan terus berjalan,” katanya, Rabu (8/2/23).

Baca juga:  Terdampak Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Sumbar, Ratusan Warga Masih Mengungsi

Gugus menyebut bahwa presentase jumlah perempuan yang menjadi Panwaslu Kelurahan/Desa cukup menggembirakan karena lebih dari 30 persen. Pasalnya, Bawaslu telah berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya kepada para perempuan untuk menjadi penyelenggara pemilu.

“Dari 8.563 Panwaslu Kelurahan/Desa yang telah dilantik, sebanyak 2.691 orang atau 31 persen di antaranya berjenis kelamin perempuan. Adapun jumlah Panwaslu Kelurahan/Desa dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 5.872 orang atau 69 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut, presentasi Panwaslu Kelurahan/Desa berjenis kelamin laki-laki dan perempuan di kabupaten/kota di Jawa Tengah cukup bervariasi. Misalnya, Panwaslu Kelurahan/Desa di Kota Magelang perempuannya mencapai 47 persen, Salatiga 43 persen, Purworejo 42 persen, Pati 38 persen, Sragen 38 persen, Blora 36 persen, Kebumen 35 persen, Pemalang 35 persen, Kabupaten Tegal 34 persen dan lain-lain.

Baca juga:  Berkaca dari Tragedi SMK Lingga Kencana Depok, Masyarakat Diminta Tolak Bus Tanpa Izin Layak Jalan!

“Kami sangat mengapresiasi atas banyaknya para perempuan yang menjadi Panwaslu Kelurahan/Desa di Jawa Tengah. Karena kita juga selama proses pendaftaran, jika belum ada perempuan yang mendaftar maka tahapan pendaftaran akan diperpanjang,” paparnya.

Sebagai informasi, sebelumnya, jumlah pendaftar Panwaslu Kelurahan/Desa di Provinsi Jawa Tengah mengalami peningkatan cukup tajam. Hingga masa pendaftaran ditutup pada 19 Januari 2023 lalu, jumlah pendaftar Panwaslu Kelurahan/Desa di Jawa Tengah mencapai 24.629.

“Bawaslu Jawa Tengah juga berharap agar publik mengawasi kinerja para pengawas pemilu. Masyarakat harus terlibat dalam proses penyelenggaraan pemilu 2024. Agar pemilu berjalan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang ada,” ucapnya. (luk/gih)