Belajar IPAS dengan Multimedia Interaktif Berbasis Lectora Inspire

Oleh: Lasti Forida, S.Pd
Guru SDN 1 Prigi, Kec. Bojongsari, Kab. Purbalingga

DEKADE ini, perkembangan teknologi semakin pesat. Contoh paling nyata yaitu adanya pengaruh teknologi dalam proses pembelajaran, baik berupa penyampaian informasi pada peserta didik atau sumber belajar. Salah satu langkah dari pemerintah untuk mendukung digitalisasi di sekolah yaitu dengan pemberian bantuan Chromebook.

Selamat Idulfitri 2024

Penulis sebagai guru di SD Negeri 1 Prigi ingin menerapkan pembelajaran berbasis teknologi. Pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi bisa dilakukan dengan membuat multimedia interaktif. Salah satunya yaitu dengan menggunakan software Lectora Inspire. Menurut Sholeh Fasthea (2015: 4), Lectora Inspire merupakan perangkat lunak authoring tool untuk pengembangan konten e-learning yang dikembangkan oleh Trivantis Corporation. Sebuah perusahaan dari Australia.

Lectora Inspire diproduksi dan dirilis tahun 1999 oleh Trivantis Corporation yang didirikan oleh Timothy D. Loudermik. Lectora Inspire dipilih agar dapat digunakan untuk mengembangkan konten digital dari bahan ajar dalam bentuk media pembelajaran yang dinamis, mudah (user friendly), dan berkualitas. Tanpa perlu keterampilan desain seni dan desain grafis dan pemrograman tinggi untuk mengikuti dinamika perubahan sistem pengajaran dan pembelajaran (Fajrina, Simorangkir, dan Nurfajriani, 2018).

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Lectora Inspire mempunyai beberapa kelebihan dibanding software sejenis. Di antaranya adalah fitur-fitur yang disediakan sangat memudahkan pemula untuk membuat multimedia (audio dan video) pembelajaran. Template Lectora Inspire cukup lengkap, serta memungkinkan penggunanya untuk mengkonversi presentasi Microsoft Power Point ke konten e-learning. Pembelajaran dengan multimedia interaktif berbasis Lectora Inspire ini dapat dilakukan pada mata pelajaran IPAS (ilmu pengetahuan alam dan sosial) kelas IV Topik C Perubahan Wujud Benda. Penggunaan multimedia interaktif ini dapat dilakukan secara offline.

Penerapan multimedia interaktif di kelas yaitu dengan cara setiap dua orang peserta didik memegang satu Chromebook. Hal ini dilakukan karena jumlah Chromebook yang ada di sekolah hanya 15 unit. Menu dalam aplikasi multimedia interaktif yang akan digunakan yaitu petunjuk penggunaan, materi, game, dan evaluasi. Adapun cara penerapan penggunaannya, pertama peserta didik akan login dengan menggunakan akun id.belajar. Kedua, peserta didik mulai login ke multimedia interaktif berbasis Lectora Inspire.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Ketiga, peserta didik masuk pada menu petunjuk penggunaan aplikasi. Keempat, peserta didik masuk pada menu materi untuk melihat video pembelajaran mengenai Perubahan Wujud Benda. Video dalam multimedia ini dibuat dengan konsep dan animasi yang menarik agar peserta didik menjadi lebih paham.

Kelima, peserta didik masuk pada menu game yang berkaitan dengan konsep perubahan wujud benda. Permainan ini berupa lima soal uraian yang harus dijawab oleh peserta didik dan diakhir permainan akan ada jumlah skor jawaban benar. Keenam, peserta didik masuk pada menu evaluasi yang berisi sepuluh butir soal pilihan ganda untuk menguji pemahaman peserta didik terhadap materi. Setelah itu akan keluar skor jumlah soal yang dijawab benar oleh peserta didik.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Penggunaan multimedia interaktif berbasis Lectora Inspire dapat digunakan untuk meningkatkan minat peserta didik untuk belajar. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar. Karena menurut Susilana dan Riyana (2018), salah satu manfaat penggunaan media pembelajaran adalah membuat konkret konsep-konsep yang abstrak. Konsep yang dirasa masih bersifat abstrak dan sulit dijelaskan secara langsung kepada peserta didik bisa dikonkretkan. Dengan begitu, peserta didik mudah untuk memahami materi pembelajaran.

Menurut Linda, dkk (2016), penggunaan media pembelajaran dalam tahap orientasi pembelajaran akan membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi. Selain membangkitkan motivasi dan minat peserta didik, media pembelajaran juga membantu peserta didik meningkatkan pemahaman. Kemudian menyajikan data dengan menarik, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi. (*)