Kasus Pelecehan Anak oleh Oknum ASN Terus Dikawal

Kabid PPPA Dinsos KBPPPA Pemalang Moh Tarom. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Dinas Sosial Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos KBPPPA) Pemalang akan terus mengawal kasus pelecehan anak oleh oknum ASN sampai selesai. Hal tersebut karena sudah menjadi tugas mereka, terutama dalam memberikan pendampingan kepada keluarga dan korban pelecehan agar bisa pulih.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Pemalang Moh. Tarom mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari orang tua korban, pihaknya langsung sigap memberikan pendampingan untuk anak. Terutama dalam hal psikologi, karena hal terpenting adalah pemulihan psikis anak yang terluka akibat kejadian tersebut.

Baca juga:  Bupati Pemalang Ajak OPD Doakan Kesembuhan Ketua Dewan

“Kita sudah berkoordinasi dengan keluarga korban untuk bisa melakukan pendampingan. Walaupun kemarin ada beberapa kesalahpahaman, tetapi Dinsos tetap mencoba memberikan pendekatan agar anak dapat diberikan bantuan psikolog untuk bisa dipulihkan,” ujarnya.

Dikatakan, kesalahpahaman keluarga korban itu terjadi karena adanya miskomunikasi dari psikolog dan keluarga korban. Di mana psikolog telah melaksanakan tugasnya dengan tepat, terutama dalam pemulihan korban, salah satunya dengan memberikan maaf kepada pelaku, namun ini ditangkap lain oleh keluarga, sehingga mereka menolak untuk melakukan terapi lagi.

“Itu hanya kesalahpahaman satu pihak saja. Di sini psikolog memberikan terapi dalam penyembuhan psikis, salah satunya dengan cara memaafkan pelaku. Sehingga anak itu tidak terpancing ingat akan kejadian tersebut dan tidak menyebabkan trauma berkepanjangan. Terkait dengan proses hukum, saya bersama kepolisian tetap mengawal agar bisa berlanjut,” ucapnya.

Baca juga:  SMKN 1 Pemalang Adakan Turnamen Basket Tingkat SMP/MTS

Pihaknya akan terus melakukan pendekatan kepada keluarga, terutama dalam penyembuhan anak. Selain kasus ini, Dinsos juga tetap terus melakukan pendampingan kepada setiap korban, terutama anak dan perempuan, serta mensosialisasikan tentang bahaya kekerasan seksual dan fisik bagi anak dan perempuan. Sehingga menurunkan data angka kekerasan pada mereka. (fan/abd)